Ekonomi

Dedi Mulyadi dan Mimpi Jutaan Juragan Empang di Jawa Barat

Calon wakil gubernur jabar nomor urut 4, Dedi Mulyadi di antara anak-anak di Bendungan Ambit Desa Ciuyah Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, Sabtu (8/10/2016)

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki program ‘Juragan Empang’ jika terpilih dalam Pilgub 2018 pertengahan tahun ini. Program ini dilaksanakan dalam rangka pemberdayaan masyarakat di bidang peternakan lele dan gurame.

Program baru tersebut dipaparkan oleh mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut saat bertemu dengan para buruh ternak ikan. Tepatnya, di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Senin (26/3/2018).

Salah seorang buruh ternak ikan, Triyono (30) mengatakan penghasilan dia sebagai buruh ternak ikan di desa tersebut tidak seberapa. Kecuali, saat panen lele atau gurame berlangsung.

“Kalau sedang musim tebar sekarang, paling dapat Rp30 ribu sehari. Itupun kan harus dibagi 10 orang teman-teman di sini. Beda lagi kalau lele atau guramenya dipanen, sehari bisa Rp50 ribu – Rp70 ribu per orang,” katanya.

Buruh ternak ikan di desa tersebut bukan tidak ingin berdikari. Pengetahuan dan hal teknis untuk beternak ikan lele dan gurame sudah mereka miliki. Akan tetapi, akses permodalan masih menjadi masalah bagi mereka untuk memulai usaha.

“Tata cara beternaknya kan kita sudah tahu. Ini kita kerja buat juragan di sini. Kami mau sekali kalau ada modal untuk memulai usaha sendiri,” tegas Triyono.

Keluhan tersebut ternyata menginspirasi Dedi Mulyadi untuk membuka akses permodalan bagi buruh ternak seperti Triyono. Program ‘Juragan Empang’ pun meluncur dari mulut pria yang lekat dengan iket Sunda jenis mukatawangsa berwarna putih tersebut.

“Kita bisa menciptakan 10 juta peternak baru. Modal usahanya kan hanya sekali kita berikan. Asalkan, mereka harus bisa mengelola produksi dan marketing-nya. Mereka bisa tumbuh menjadi peternak mandiri tanpa bergantung pada orang lain,” kata Dedi.

Mengubah Tukang Menjadi Tuan

Cara ini diyakini Dedi Mulyadi dapat mengubah tukang menjadi tuan. Berkaca pada keberhasilannya di Purwakarta, dia banyak mencetak buruh ternak domba menjadi pemilik domba.

Caranya, buruh ternak tersebut diberikan bantuan modal berupa ternak domba agar dapat dikembangbiakan. Hasilnya, buruh ternak yang rata-rata masih usia sekolah tersebut kini memiliki ternak sendiri.

“Populasi domba di Purwakarta bahkan melebihi jumlah penduduk di sana. Jumlah domba ada 1 Juta ekor, sementara penduduknya 960 ribu orang saja. Saya kok optimis ya, bisa melakukan hal yang sama di tingkat Jawa Barat, dalam konteks swasembada ternak,” pungkasnya.(Sei)

Click to comment

Berita Populer

To Top