<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Label Halal Arsip - Purwakarta Post</title>
	<atom:link href="https://www.purwakartapost.co.id/tag/label-halal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.purwakartapost.co.id/tag/label-halal/</link>
	<description>Referensi Berita Purwakarta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jun 2017 15:57:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://www.purwakartapost.co.id/wp-content/uploads/2021/09/cropped-PurwakartaPost-32x32.jpeg</url>
	<title>Label Halal Arsip - Purwakarta Post</title>
	<link>https://www.purwakartapost.co.id/tag/label-halal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Alasan Ilmiah BPOM Tarik Empat Mie Samyang dari Pasaran</title>
		<link>https://www.purwakartapost.co.id/18/06/2017/press-release/ini-alasan-ilmiah-bpom-tarik-empat-mie-samyang-dari-pasaran/9553/</link>
					<comments>https://www.purwakartapost.co.id/18/06/2017/press-release/ini-alasan-ilmiah-bpom-tarik-empat-mie-samyang-dari-pasaran/9553/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Utama]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2017 15:57:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Press Release]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Label Halal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.purwakartapost.co.id/?p=9553</guid>

					<description><![CDATA[<p>PURWAKARTAPOST.CO.ID-Badan POM menerbitkan izin edar produk makanan setelah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, gizi,...</p>
<p>Posting <a href="https://www.purwakartapost.co.id/18/06/2017/press-release/ini-alasan-ilmiah-bpom-tarik-empat-mie-samyang-dari-pasaran/9553/">Ini Alasan Ilmiah BPOM Tarik Empat Mie Samyang dari Pasaran</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.purwakartapost.co.id">Purwakarta Post</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PURWAKARTAPOST.CO.ID-Badan POM menerbitkan izin edar produk makanan setelah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, gizi, serta label. Dalam peraturan Kepala Badan POM Nomor 12 Tahun 2016 dinyatakan bahwa pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus berupa tulisan “MENGANDUNG BABI” dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah diatas dasar warna putih.</p>
<p>Badan POM juga melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) termasuk produk yang mengandung babi atau diduga mengandung babi dengan cara (1) penempatan termasuk display di sarana ritel, yaitu produk yang mengandung babi harus diletakkan terpisah dari produk non babi dengan diberikan keterangan “MENGANDUNG BABI”, dan (2) pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi.</p>
<p>Badan POM telah melakukan pengambilan sampel dan pengujian terhadap beberapa produk mi instan asal Korea. Dari beberapa produk yang telah dilakukan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi, beberapa produk menunjukkan positif (+) terdeteksi mengandung DNA babi yaitu:</p>
<table width="643">
<tbody>
<tr>
<td width="34">No.</td>
<td width="98">Nama Dagang</td>
<td width="205">Nama Produk</td>
<td width="192">Nomor Izin Edar</td>
<td width="113">Importir</td>
</tr>
<tr>
<td width="34">1.</td>
<td width="98">Samyang</td>
<td width="205">Mi Instan U-Dong</td>
<td width="192">BPOM RI ML 231509497014</td>
<td width="113">PT. Koin Bumi</td>
</tr>
<tr>
<td width="34">2.</td>
<td width="98">Nongshim</td>
<td width="205">Mi Instan (Shim Ramyun Black)</td>
<td width="192">BPOM RI ML 231509052014</td>
<td width="113">PT. Koin Bumi</td>
</tr>
<tr>
<td width="34">3.</td>
<td width="98">Samyang</td>
<td width="205">Mi Instan Rasa Kimchi</td>
<td width="192">BPOM RI ML 231509448014</td>
<td width="113">PT. Koin Bumi</td>
</tr>
<tr>
<td width="34">4.</td>
<td width="98">Ottogi</td>
<td width="205">Mi Instan (Yeul Ramen)</td>
<td width="192">BPOM RI ML 231509284014</td>
<td width="113">PT. Koin Bumi</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Berdasarkan pengecekan label diketahui bahwa produk yang mengandung babi tersebut tidak mencantumkan peringatan “MENGANDUNG BABI”. Importir juga tidak menginformasikan kepada Badan POM saat pendaftaran untuk mendapatkan izin edar bahwa produk yang didaftarkan tersebut mengandung babi. Terhadap produk-produk tersebut, Badan POM telah memerintahkan importir yang bersangkutan untuk menarik produk dari peredaran.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, Badan POM menginstruksikan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk terus melakukan penarikan terhadap produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif (+) mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan “MENGANDUNG BABI”.</p>
<p>Badan POM terus mengimbau pelaku usaha agar selalu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan usahanya. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran Obat dan Makanan yang tidak memenuhi ketentuan. Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dengan selalu &#8220;Cek KLIK&#8221;. Pastikan kemasan dalam kondisi baik, cek informasi produk pada labelnya, pastikan memiliki Izin edar Badan POM, dan pastikan tidak melebihi masa Kedaluwarsa. Masyarakat juga dapat mengecek legalitas produk Obat dan Makanan melalui website Badan POM atau aplikasi android “CekBPOM”. (sumber: pom.go.id)</p>
<p>Posting <a href="https://www.purwakartapost.co.id/18/06/2017/press-release/ini-alasan-ilmiah-bpom-tarik-empat-mie-samyang-dari-pasaran/9553/">Ini Alasan Ilmiah BPOM Tarik Empat Mie Samyang dari Pasaran</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.purwakartapost.co.id">Purwakarta Post</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.purwakartapost.co.id/18/06/2017/press-release/ini-alasan-ilmiah-bpom-tarik-empat-mie-samyang-dari-pasaran/9553/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengandung Minyak Babi, Mie Samyang Resmi Ditarik dari Pasaran</title>
		<link>https://www.purwakartapost.co.id/18/06/2017/ekonomi/mengandung-minyak-babi-mie-samyang-resmi-ditarik-dari-pasaran/9549/</link>
					<comments>https://www.purwakartapost.co.id/18/06/2017/ekonomi/mengandung-minyak-babi-mie-samyang-resmi-ditarik-dari-pasaran/9549/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Utama]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2017 15:45:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Label Halal]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak Babi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.purwakartapost.co.id/?p=9549</guid>

					<description><![CDATA[<p>PURWAKARTAPOST.CO.ID-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menginteruksikan agar menarik peredaran empat produk mie instan asal...</p>
<p>Posting <a href="https://www.purwakartapost.co.id/18/06/2017/ekonomi/mengandung-minyak-babi-mie-samyang-resmi-ditarik-dari-pasaran/9549/">Mengandung Minyak Babi, Mie Samyang Resmi Ditarik dari Pasaran</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.purwakartapost.co.id">Purwakarta Post</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PURWAKARTAPOST.CO.ID-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menginteruksikan agar menarik peredaran empat produk mie instan asal Korea Selatan, Samyang. Keempat produk mie Samyang itu yakni, mi instan U-Dong (Samyang), Shin Ramyun Black (Nongshim), Mi Rasa Kimchi (Samyang), dan Yeul Ramen (Ottogi).</p>
<p>Selain mengandung unsure babi, alasan lain BPOM menarik peredaran mie Samyang karena informasi produk dalam kemasan dianggap tidak sesuai.</p>
<p>“Dikatakan tidak mengandung babi, ternyata mengandung babi,” tutur Kepala BPOM DKI Jakarta, Dewi Prawita Sari, Minggu (18/6/2017).</p>
<p>Imbas ketidak sesuaian informasi produk dalam kemasan, BPOM akan mencabut izin edar empat produk tersebut. Pasalnya saat sebelum mengeluarkan izin BPOM perusahaan menyebut tidak mengandung babi, namun saat beredar di pasar ternyata ditemukan unsure babi.</p>
<p>&#8220;Pada saat dikeluarkan izin edar, klaimnya tidak mengandung babi. Nah sekarang di peredaran mengandung babi. Jadi akan dicabut izin edarnya,&#8221; timpal Dewi Prawita.</p>
<p>Produk mie Samyang yang kini beredar di pasar Indonesia sendiri diimpor langsung dari luar. Tapi pihak BPOM akan melakukan penelusuran pembohongan informasi produk apakah bersumber dari produsen atau importir. Menurutnya baik importir maupun produsen harus memberikan informasi produk secara jujur dalam kemasan.</p>
<p>&#8220;Apakah di produsennnya, atau importirnya. Sebab, yang mendaftarkan produk itu importir dan jumlahnya tidak hanya satu,’’ jelas dia.</p>
<p>Selain empat produk mie Samyang yang ditarik peredarannya, BPOM juga melakukan penarikan produk lain di pasar yang dianggap melanggar peraturan. Pastinya BPOM akan melakukan penarikan langsung produk yang tidak sesuai ketentuan dari pasaran. Karenannya masyarakat Indonesia yang mayoritas umat Islam diminta harus lebih waspada saat akan membeli produk makanan. (sumber: Jawa Pos)</p>
<p>Posting <a href="https://www.purwakartapost.co.id/18/06/2017/ekonomi/mengandung-minyak-babi-mie-samyang-resmi-ditarik-dari-pasaran/9549/">Mengandung Minyak Babi, Mie Samyang Resmi Ditarik dari Pasaran</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.purwakartapost.co.id">Purwakarta Post</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.purwakartapost.co.id/18/06/2017/ekonomi/mengandung-minyak-babi-mie-samyang-resmi-ditarik-dari-pasaran/9549/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 28/59 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 10/20 queries in 0.067 seconds using Redis

Served from: www.purwakartapost.co.id @ 2026-07-20 14:39:41 by W3 Total Cache
-->