<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guru Arsip - Purwakarta Post</title>
	<atom:link href="https://www.purwakartapost.co.id/tag/guru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.purwakartapost.co.id/tag/guru/</link>
	<description>Referensi Berita Purwakarta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Nov 2025 11:47:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://www.purwakartapost.co.id/wp-content/uploads/2021/09/cropped-PurwakartaPost-32x32.jpeg</url>
	<title>Guru Arsip - Purwakarta Post</title>
	<link>https://www.purwakartapost.co.id/tag/guru/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Jabar Larang Hukuman Fisik di Sekolah, Dorong Pendekatan Edukatif dan Humanis</title>
		<link>https://www.purwakartapost.co.id/13/11/2025/regional/gubernur-jabar-larang-hukuman-fisik-di-sekolah-dorong-pendekatan-edukatif-dan-humanis/29833/</link>
					<comments>https://www.purwakartapost.co.id/13/11/2025/regional/gubernur-jabar-larang-hukuman-fisik-di-sekolah-dorong-pendekatan-edukatif-dan-humanis/29833/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sei]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 11:47:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kang Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan fisik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.purwakartapost.co.id/?p=29833</guid>

					<description><![CDATA[<p>Purwakarta Post &#8211; Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara tegas mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang...</p>
<p>Posting <a href="https://www.purwakartapost.co.id/13/11/2025/regional/gubernur-jabar-larang-hukuman-fisik-di-sekolah-dorong-pendekatan-edukatif-dan-humanis/29833/">Gubernur Jabar Larang Hukuman Fisik di Sekolah, Dorong Pendekatan Edukatif dan Humanis</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.purwakartapost.co.id">Purwakarta Post</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Purwakarta Post</strong> &#8211; Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara tegas mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang melarang guru memberikan hukuman fisik kepada siswa di sekolah. Kebijakan ini menegaskan bahwa setiap bentuk sanksi harus berorientasi pada pembelajaran, bukan pada kekerasan atau tindakan fisik.</p>
<p>Langkah ini diambil setelah muncul perselisihan antara orang tua murid dan seorang guru di salah satu SMP di Subang. Kasus tersebut terjadi karena guru menampar siswa sebagai bentuk hukuman, yang kemudian memicu ketidaksetujuan orang tua.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pendekatan mendidik dalam menegakkan disiplin di sekolah. Ia menyarankan agar guru mengganti bentuk hukuman dengan kegiatan positif.</p>
<p>“Kalau anak salah, cukup berikan hukuman mendidik seperti membersihkan halaman, mengecat tembok, membersihkan kaca, atau mengurus sampah. Tidak boleh hukuman fisik karena berisiko hukum,” ujar Kang Dedi Mulyadi.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memastikan bahwa surat edaran tersebut telah disusun dan didistribusikan ke seluruh satuan pendidikan.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa larangan ini berlaku di semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK, termasuk Madrasah Aliyah di bawah naungan Kementerian Agama.</p>
<p>“Penyelesaian masalah anak-anak harus edukatif. Tujuannya menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru. Kalau pun ada hukuman, harus mendidik, bukan menyakiti,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, ia menilai kebijakan ini relevan dengan tantangan pendidikan di era digital, ketika pengaruh media sosial terhadap perilaku anak semakin kuat. “Anak-anak sekarang punya dinamika yang khas. Pendekatannya tidak bisa keras, tapi harus pedagogik,” jelas Herman.</p>
<p>Pada akhirnya, Herman menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Menurutnya, sinergi itu menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan berkarakter bagi seluruh peserta didik. (Ars)</p>
<p>Posting <a href="https://www.purwakartapost.co.id/13/11/2025/regional/gubernur-jabar-larang-hukuman-fisik-di-sekolah-dorong-pendekatan-edukatif-dan-humanis/29833/">Gubernur Jabar Larang Hukuman Fisik di Sekolah, Dorong Pendekatan Edukatif dan Humanis</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.purwakartapost.co.id">Purwakarta Post</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.purwakartapost.co.id/13/11/2025/regional/gubernur-jabar-larang-hukuman-fisik-di-sekolah-dorong-pendekatan-edukatif-dan-humanis/29833/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Miris, Guru Honorer Sudah Tiga Bulan Belum Menerima Gaji</title>
		<link>https://www.purwakartapost.co.id/14/03/2017/pendidikan/beralih-ke-dinas-provinsi-guru-honorer-sudah-tiga-bulan-belum-menerima-gajih/7466/</link>
					<comments>https://www.purwakartapost.co.id/14/03/2017/pendidikan/beralih-ke-dinas-provinsi-guru-honorer-sudah-tiga-bulan-belum-menerima-gajih/7466/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sei]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Mar 2017 06:23:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Honorer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.purwakartapost.co.id/?p=7466</guid>

					<description><![CDATA[<p>PURWAKARTAPOST.CO.ID &#8211; Peralihan tata kelola SMK/SMA atau Sederajat ke dinas pendidikan tingkat provinsi terhitung dari...</p>
<p>Posting <a href="https://www.purwakartapost.co.id/14/03/2017/pendidikan/beralih-ke-dinas-provinsi-guru-honorer-sudah-tiga-bulan-belum-menerima-gajih/7466/">Miris, Guru Honorer Sudah Tiga Bulan Belum Menerima Gaji</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.purwakartapost.co.id">Purwakarta Post</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PURWAKARTAPOST.CO.ID &#8211; Peralihan tata kelola SMK/SMA atau Sederajat ke dinas pendidikan tingkat provinsi terhitung dari bulan januari 2017, para guru honorer akan mendapatkan upah Rp 1.800 ribu perbulan. Namun, para guru honorer sampai saat ini belum menerima hak yang harus mereka terima setiap bulannya.</p>
<p>&#8220;Iya memang sekolah SMK/SMA Sederajat pengelolaannya beralih ke provinsi, dan mendengar kabar upah ngajar kita di sekolah menjadi Rp 1.800 ribu perbulan,&#8221;ujar Dede (27) salah satu guru di SMK Negeri 1 Plered, selasa (14/3/2017).</p>
<p>Para guru honorer hanya bisa pasrah menunggu tanpa ada kepastian kapan upah tersebut mereka terima. &#8220;Kami sudah tiga bulan dari bulan januari belum menerima upah ngajar,&#8221;kata guru olahraga itu.</p>
<p>Meski demikian, para pahlawan tanpa tanda jasa itu tetap menjalankan tugasnya setiap hari sesuai beban mengajar. &#8220;Yah walau pun belum menerima gajih kita tetap mengajar, karena itu sudah kewajiban kami sebagai guru,&#8221;tuturnya</p>
<p>Mereka berharap pemerintah segera memperhatikan upah yang harus mereka terima sebab, walau bagaimana pun mereka di sekolah sipatnya kerja untuk menghidupi keluarga.</p>
<p>&#8220;Kami berharap pemerintah mengerti dan segera memberikan gaji para guru honorer,&#8221;harapnya.</p>
<p>Posting <a href="https://www.purwakartapost.co.id/14/03/2017/pendidikan/beralih-ke-dinas-provinsi-guru-honorer-sudah-tiga-bulan-belum-menerima-gajih/7466/">Miris, Guru Honorer Sudah Tiga Bulan Belum Menerima Gaji</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.purwakartapost.co.id">Purwakarta Post</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.purwakartapost.co.id/14/03/2017/pendidikan/beralih-ke-dinas-provinsi-guru-honorer-sudah-tiga-bulan-belum-menerima-gajih/7466/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 28/63 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 10/20 queries in 0.031 seconds using Redis

Served from: www.purwakartapost.co.id @ 2026-07-21 05:27:33 by W3 Total Cache
-->