PCNU Purwakarta: Radikalisme Bukan Ajaran Agama Manapun

  • Bagikan
Sidang Pleno Konferensi Cabang ke-9 PCNU Kabuaten Purwakarta (arsip)

Purwakarta Post – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta, KH Bahil Muchlis menegaskan radikalisme bukan ajaran yang dibenarkan agama manapun.

Pihaknya pun mengecam tindakan radilakisme yang mengatasnamakan agama tertentu yang dapat memecah belah keharmonisan berumat dan bernegara.

“Kekerasan bukan ajaran agama apapun dan dapat memecah belah keharmonisan suatu bangsa,” tegas KH Bahir, Selasa (30/3/2021).

PCNU Kabupaten Purwakarta secara umum menyampaikan turut berduka atas insiden bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katetdral Makssar pada Minggu 28 Maret 2021 lalu.

“Saya ketua PCNU Kabupaten Bangka Barat turut berduka atas kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan sangat mengutuk keras kejadian tersebut,” paparnya.

Menurutnya Islam di Indonesia utamanya terus menyuarakan perdamaian dan kerukuan bagi setiap pemeluk agama di negara ini. Islam yang ramah dan harmonis adalah wajah yang sebenarnya dari umat Islam di Indonesia.

“Terlebih Islam sebagai agama menganjurkan nilai-nilai toleransi dalam beragama dan selalu menebarkan kedamaian dan cinta kasih,” timpal Kiyai Bahir.

Pihaknya mengajak seluruh pemuka agama di Kabupaten Purwakarta untuk bersama-sama mengkampanyekan melawan ajaran dan tindakan radikalisme atas nama apapun.

“Selain itu, kami juga seluruh elemen masyarakat Purwakarta, khususnya warga nahdliyin agar tetap tenang dan tidak terprovokasi,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *