P3MD Purwakarta Kritisi Perbup Pilkades, Ini Catatannya

  • Bagikan

Purwakarta Post – 170 dari 183 desa di Purwakarta bakal menggelar Pilkades serentak pada 25 Agustus 2021 mendatang. Regulasi daerah baik berupa Perda dan Perbup pun telah dikeluarkan oleh Pemkab Purwakarta untuk mengatur hajat politik tingkat desa tersebut.

Paling anyar, tentu Perbup No 79 Tahun 2021 tentang Pilkades. Perbup tersebut ada dua versi yang beredar meski nomornya sama. Satu masih berupa draf tertanggal 18 Februari 2021. Versi kedua sudah ditanda tangan bupati namun bertanggal mundur, 18 Januari 2021.

Terhadap Perbup bertanggal 18 Januari 2021, Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Purwakarta telah melakukan analisis dan kajian. Hasilnya, mereka menemukan beberapa pasal maupun klausus yang dianggap berpotensi masalah dalam pelaksanaannya.

“Benar, kita lakukan analis terhadap isi Perbup Pilkades ini. Kita temukan beberpa potensi masalah dan akhirnya kita berikan catatan kritis,” kata Koordinator TA P3MD Kabupaten Purwakarta, Arief Syahid, Rabu, 17 Februari 2021.

Pihaknya juga menyayangkan Pemkab Purwakarta tidak melibatkan pihaknya dalam penyusunan regulasi lokal tersebut. Padahal, P3MD adalah pihak yang sengaja ditunjuk Kementrian Desa dan PDT untuk mengawal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Tak terkecuali urusan penguatan demokrasi desa.

“Ini yang kita sayangkan. Kami berharap kedepan, pola komunikasi dan koordinasinya makin baik,” ujar Arief.

Untuk diketahui, sejak tahun 2015 pasca terbitnya UU Desa No 6 Tahun 2014, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi telah mengeluarkan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD).

Di tingkat kabupaten terdapat Tenaga Ahli sebanyak 6 orang meliputi Ahli Infrastruktur/teknik, Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Ahli Pembangunan Partisipatif, Ahli Pengembangan Ekonomi, Ahli Pelayanan Sosial Dasar dan Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna.

Sedangkan di tingkat kecamatan dan desa ada Pendamping Desa dan Lokal Desa. Selama ini mereka fokus mengawal jalannya proses perencanaan dan pembangunan di desa. Termasuk pemberdayaan masyarakat.

Berikut catatan kritis yang dikeluarkan P3MD Kabupaten Purwakarta terhadap isi Perbup 79 Tahun 2021 Tentang Pilkades.

  1. Ketentuan umum dalam Perbup tidak memuat definisi pilkades. Padahal, itu Perbup Pilkades.
  2. Bupati sebagai kuasa penuh penyelesaian sengketa pilkades (pasal 82 ayat 3). Padahal sebaiknya sengketa proses maupun hasil pilkades diselesaikan di tingkat panitia. Jika dianggap perlu, dilibatkan para pihak.
  3. Ketentuan mengenai penyediaan barang dan jasa. Kegiatan dan anggaran desa, tapi pengadaan oleh panitia kabupaten.
  4. Perbup yg dittd tertanggal 18 Januari 2021 sementara draft perbup yg blm dittd dan beredar tertanggal 18 Februari 2021.
  5. Tumpang tindih regulasi terkait BPD beda dengan Perda dan Permendagri. Di pasal 89 ayat 1 BPD harus cuti. sedangkan di Perbup pasal 27 Ayat a1 mengundurkan diri.
  6. Hilangnya pasal 33, 34, 35 di perbup yang sudah di tanda tangani.
  7. Tidak ada pasal khusus yang mengatur panitia kabupaten dalam pembuatan regulasi turunan Perbup baik berupa juknis maupun tatib. Sebaliknya, tatib diserahkan ke panitia desa. Ini berpotensi ketidakseragaman aturan.
  8. Tidak ada pasal yang mengatur teknis di TPS secara tegas harus melibatkan Panwas pilkades.
  9. Aturan penegakan prokes tidak jelas objek hukumnya. Padahal sanksinya cukup tegas dari mulai peringatan hingga diskualifikasi calon.
  10. Ketentuan waktu pelantikan pasca penetapan pemenang oleh panitia desa bertubrukan dengan masa keberatan calon. Harusnya pelantikan paling cepat dilakukan 3 hari pasca penetapan.
  11. Banyak terdapat pasal larangan tapi tidak ada sanksi. Termasuk sanksi bagi pelaku politik uang.
  12. Pengakomodiran hak pilih bagi calon pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37.3 derajat.
  13. Tidak ada sanksi bagi calon yang mundur pasca penetapan. Padahal ada larangan.
  14. Bahkan tidak ada pasal yang mengatur tentang Tahapan Pilkades.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *