Refleksi Kongres PMII XX Ditengah Covid 19

  • Bagikan

Mengawali tulisan singkat tentang refleksi Kongres ke-20 dengan mengutip apa yang tersurat dalam penggalan Hymne PMII “Bersemilah-bersemilah Kau harapan Bangsa” Kata kunci dari penggalan bait lagu tersebut hakikatnya adalah Regenerasi yang harus terus berjalan (yang lama biarkan bersemi dalam realitas perjuangan atau ruang publik baru, serta PMII biarkan bersemi dengan spirit atau kepengurusan baru sebagai konsekuensi dari kaderisasi yang terus berjalan dalam situasi dan kondisi apapun).

Kongres PMII ke XX kali ini pasti akan sangat berbeda karena diadakan di masa pandemi covid 19, mungkin tidak banyak kader yang berkumpul untuk sekedar berlebaran atau bersilaturrahim, seyogyanya Kongres adalah ajang Silaturrahim Nasional Kader PMII seluruh NUsantara, bahkan dunia Internasional.

Kongres adalah momentum terlengkap dan terkompleks dari sekian banyak agenda rutin PMII dan Kaderisasi tentunya, karena kader antar daerah bahkan luar negeri pun hadir untuk merencanakan program baru sekaligus meng-evaluasi program periode sebelumya dan tentu yang tidak kalah pentingnya adalah memilih nahkoda baru Pergerakan atau Ketua Umum PB PMII.

Memang kali ini begitu berbeda karena harus diadakan di 6 zona atau titik pertemuan kader, masing-masing di Kota Batam yang meliputi zona Sumatera, kemudian Kota Bekasi untuk zona Banten  DKI dan Jabar, pulau Lombok Kota Mataram NTB zona, Jateng, Jatim, NTB, Bali dan NTT, selanjutnya Kota Kendari Sulawesi Tenggara Zona se Sulaweai, Maluku dan Papua, Kota Samarinda Zona Cabang-cabang yang ada di Pulau Kalimantan, dan terahir zona Balikpapan yang rencananya di hadiri oleh PB PMII dan PKC PMII seluruh Indonesia.

Begitulah Pandemi covid-19 yang merajalela memaksa setiap orang untuk hidup dengan kebiasan baru, dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat, bahkan wajib dilaksanakan dalam siatuasi dan kondisi dimanapun.

Kongres ke XX PMII sudah sempat tertunda hampir satu tahun karena wabah corona, tapi di sisi lain Kaderisasi dan Regenerasi kepemimpinan dalam tubuh PMII harus terus berjalan, karena itu menjadi salah satu kebutuhan dalam dinamika berorganisasi di  Pergerakan.

PMII sebagai organisasi Kader yang berbasis Kampus, dan Mahasiswa sebagai anggota didalamnya, tentu diisi oleh anak-anak muda yang punya gagasan besar, harapan akan masa depan yang lebih cemerlang, produktif, kreatif, religius dan profesional, Inovasi-inovasi baru terus dikembangkan dalam rangka memajukan organisasi ini, semua harus terus berjalan dan bergerak seiring sejalan memajukan organisasi kemahasiawaan terbesar di Indonesia bahkan di Dunia Internasional.

Oleh: Adhe Bagus Said (Koornas JAM PMII)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *