PURWAKARTA POST – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta menyelenggarakan Training Raya HMI Purwakarta yang mengintegrasikan Latihan Kader II (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional.
Forum kaderisasi lanjutan ini berlangsung selama tujuh hari dan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Berbeda dengan pola kaderisasi konvensional, Training Raya HMI Purwakarta menerapkan pendekatan problem-based learning.
Kurikulum yang disusun memadukan epistemologi Islam dan keindonesiaan, analisis kebijakan ekonomi publik, manajemen rantai pasok, hingga strategi ketahanan pangan.
Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya diasah kemampuan berpikir kritis, tetapi juga didorong memiliki kapasitas manajerial dalam merancang solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Panitia menilai tantangan bangsa saat ini membutuhkan kader yang mampu mengintegrasikan kemampuan intelektual dengan keterampilan implementatif.
Karena itu, seluruh materi dirancang agar peserta mampu membaca realitas secara komprehensif sekaligus menawarkan langkah-langkah perubahan yang terukur.
Puncak kegiatan Training Raya HMI Purwakarta ditandai dengan orasi penutupan Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta, Muhammad Asep Budiana.
Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa kader yang telah menyelesaikan proses LK II dan LKK mengalami transformasi sosial dan intelektual yang signifikan.
Menurutnya, mereka tidak lagi sekadar menjadi akademisi yang aktif dalam diskusi kampus, tetapi telah memikul tanggung jawab yang lebih besar sebagai pelayan umat.
“Kader yang telah melewati kawah candradimuka Training Raya ini secara sosiologis telah bertransformasi. Ia tidak lagi berstatus sebagai homo academicus yang hanya berwacana di ruang kelas. Ia kini adalah mandataris umat. Kata ‘mandataris’ mengandung dua sisi mata uang: legitimasi dan tanggung jawab. Legitimasi itu datang dari amanah konstitusi dan nilai-nilai Islam, sedangkan tanggung jawabnya adalah menghadirkan kemaslahatan yang terukur,” tegas Muhammad Asep Budiana.
Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Asep Budiana juga mengkritisi pandangan yang selama ini memisahkan aktivis kampus dan aktivis rakyat.
Menurutnya, tantangan zaman semakin kompleks. Persoalan ketahanan pangan, ketimpangan sosial, akses ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan membutuhkan pendekatan yang sistemik dan berbasis data.
“Pasca Training Raya ini, dikotomi itu harus kita runtuhkan. Tidak ada lagi sekat antara ‘aktivis kampus’ dan ‘aktivis rakyat’. Kader HMI harus menjadi arsitek kebijakan yang melek data, tetapi tidak kehilangan nurani. Kita dituntut merancang intervensi yang rasional secara ekonomi, presisi secara manajerial, dan berpihak secara ideologis. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan kader bukan seberapa lantang suaranya di mimbar, melainkan seberapa efektif ia menyelesaikan persoalan di lapangan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi refleksi sekaligus arah baru bagi kader HMI yang telah menyelesaikan proses kaderisasi tingkat lanjut.
Panitia menjelaskan bahwa Training Raya HMI Purwakarta dirancang untuk memutus pola kaderisasi yang hanya menghasilkan output wacana. Karena itu, setiap peserta diwajibkan merumuskan satu gagasan perubahan yang dapat diterapkan di daerah asal masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan agar hasil kaderisasi tidak berhenti pada tataran teoritis, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, HMI Cabang Purwakarta berharap lulusan LK II dan LKK mampu menjadi simpul kepemimpinan baru yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Mereka diharapkan hadir sebagai pemimpin yang mampu mengelola kompleksitas persoalan sosial dengan rasionalitas, integritas, dan ketepatan strategi.
Training Raya HMI Purwakarta pun diharapkan menjadi model kaderisasi yang melahirkan generasi pemimpin berorientasi solusi, memiliki kedalaman intelektual, serta tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan keindonesiaan dalam setiap langkah pengabdiannya. (Din)
PURWAKARTA POST - Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari…
PURWAKARTA POST - Setelah hampir empat tahun tak memiliki pemimpin definitif, akhirnya Kamar Dagang dan…
PURWAKARTA POST - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Purwakarta baru saja mensukseskan gelaran Musyawarah…
PURWAKARTA POST - Progam Nikah Hemat di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kian diminati oleh pasangan…
PURWAKARTA POST — Jelang musim kemarau yang diperkirakan mulai berlangsung pada Mei 2026, Perum Jasa Tirta…
Purwakarta Post - Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) dan DPRD Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, diduga…