Purwakarta

Kang Hadi Sayangkan Ketidakhadiran Bupati Purwakarta Dalam Puncak Harlah NU Ke-95

Purwakarta Post – Ketidakhadiran Bupati Purwakarta dalam Harlah NU ke-95 yang bertempat di gedung Yudhistira Pemkab Purwakarta, Rabu 03 Februari lalu rupanya mengundang banyak reaksi.

Setelah sejumlah pengurus Badan Otonom, Katib Syuriah PCNU dan Rois Syuriah mengungkapkan hal yang sama kini giliran Hadi M Musa Said, Ketua PP Ansor yang memang warga dan tinggal di Purwakarta memberikan tanggapan.

“Persoalan ketidakhadiran bupati dalam Harlah NU ke-95. Menjadi bahan evalusi para pengurus PCNU. Dalam hal ini, sikap saya juga sama tidak jauh berbeda dengan yang lain”, paparnya, Senin (8/2/2021).

Namun permasalahnnya sampai hari ini dari pihak Bupati belum ada klarifikasi secara langsung, hal ini tentu mengundang tanda tanya besar, kenapa Bupati begitu kekeuh dengan sikapnya.

“Padahal kan mudah saja bagi Bupati untuk memberikan penjelasan atau klarifikasi, artinya Bupati merespon reaksi publik dengan baik, itu tandanya Bupati merespon kegelisahan warga Nahdliyin, dengan demikian akan terjalin satu hubungan yang baik antara Umaro dan para Ulama di Purwakarta dan terjadi sinergi dalam membangun Kabupaten Purwakarta,” jelasnya.

Tidak mungkin Pemerintah daerah berjalan sendiri dalam mengelola Pemerintah Daerah tanpa keterlibatan Ulama dan tokoh Masyrakat lainya.

Hal ini penting dilakukan untuk mempererat hubungan baik yang selama ini sudah mengarah pada kondusifitas pasca banyaknya kelompok radikal yang mulai di tertibkan, artinya kita punya tanggungjawab yang sama dalam menjaga kebersamaan dan kedamaian bukan malah sebaliknya berjalan sendiri tanpa melibatkan banyak orang, apalagi para Ulama yang selama ini punya kontribusi besar terhadap daerah Purwakarta.

“Saya sendiri berharap bupati bisa membuat klarifikasi dan menjelaskan atas ketidakhadirannya supaya publik juga tahu bahwa bupati adalah sosok pemimpin yang mampu merangkul dan berjalan, beriringan bersama ulama dan mampu bersikap lebih baik, lebih arif dan bijaksana” tegasnya.

Adalah wajar kritik dari warga Purwakarta semua itu dilakukan karena kecintaanya pada pemimpinya, dan demi serta untuk kebaikan Purwakarta dan menjadikan Purwakarta lebih Istimewa, bukan malah menghindarinya tapa kejelasan.

Diketahui puncak perayaan Harlah NU ke-95 dipusatkan di aula Yudustira Pemkab Purwakarta yang jarak dengan rumah dinas hanya brberapa langkah saja, dan awalnya sudah menyatakan siap hadir, tentu menimbulkan banyak pertanyaan, padahal acara tersebut juga sudah menggunakan protokol kesehatan dengan ketat dan baik.

Acara yang diisi dengan beragam kegiatan seperti pemutaran video sejarah kelahiran NU Purwakarta, musikalisasi puisi, launching digitalisasi kitab karya ulama Purwakarta, hingga pemberian sertifikat penghargaan bagi para tokoh yang dianggap berjasa dalam kelahiran gerakan NU di Purwakarta, yang juga di ikuti oleh MWC – MWC NU dan Ranting NU se-Kabupaten Purwakarta, hal ini juga menjadi penting karena menjadi Bupati bukan hanya membantu dalam fasilitas saja tetapi juga hadir ditengah-tengah warganya sebagi bukti kehadiran Negara atau Pemerintah terhadap masyarakatnya.

“Sekali lagi saran saya Ibu Bupati yang terhormat segera memberikan klarifikasi agar polemik ini tidak merambah kemana-mana, dan saya juga berharap semua orang berfikir positif, NU adalah Ormas ke-Agamaan yang selama ini punya andil dan peran besar terhadap berdiri dan berjalanya proses berBagsa dan ber Negara di NKRI ini, salam,” pungkas Kang H Hadi.

Loading...
www.domainesia.com
Click to comment

Berita Populer

To Top