Grafis

Sejarah Syaikh Baing Yusuf Ada di Perpusatakaan Amerika Serikat

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Nama Syaikh Baing Yusuf tidak asing bagi warga Purwakarta dan sekitarnya. Syaikh Baing Yusuf atau Raden H Muahmmad Joseoef dikenal sebagai tokoh alim ulama penyebar Islam di tanah Pasundan Jawa Barat.

Syaikh Baing Yusuf sendiri merupakan seorang keturunan keraton Padjajaran yang lahir di Bogor pada tahun 1709 Masehi. Syaikh Baing Yusuf merupakan putra dari Kanjeng Raden Aria Djajanegara yang kala itu menjabat sebagai Bupati Bogor di abad ke 17. Setelah wafat Kanjeng Raden Aria Djajanegara dimakamkan di Kabupaten Karawang.

Seorang juru pelihara makam Syaikh Baing Yusuf yang ditemui di komplek pemakaman Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta, Iing Solihin bercerita banyak mengenai sejarah Syaikh Baing Yusuf mulai dari sejarah hidup semasa Syaikh Baing Yusuf kecil sampai juga menjadi penyebar Islam di tanah Pasunda. Belum ada buku sejarah lengkap yang detail membahas Syaikh Baing Yusuf, di komplek pemakaman Syaikh Baing Yusuf hanya ada foko kopian buku sejarah singkat yang sudah hampir sobek. Menurut Iing sebetulnya ada buku sejarah yang lengkap membahas Syaikh Baing Yusuf namun tidak ada di Indonesia melainkan di Amerika.

“Kalau buku asli tentang sejarah Syekh Joesoef ada di Perpustakaan Amerika,” kata Iing beberapa waktu lalu.

Sejarah singkat Syaikh Baing Yusuf hanya bisa dikenali dari foto kopian buku sederhana usang yang tersimpan di komplek pemakaman Syaikh Baing Yusuf di belakang Masjid Agung Purwakarta. Berdasakran informasi yang diperoleh dari buku sejarah singkat disebutkan bahwa Syaikh Baing Yusuf merupakan penyebar Islam pertama di tanah Purwakarta yang kala itu masih mencakup Kabupaten Karawang dan Subang.

Syaikh Baing Yusuf Kecil
Dari buku sejarah singkat disebutkan bahwa Syaikh Baing Yusuf semasa kecil sudah memiliki kelebihan dan keistimewaan dibandingkan anak seusiannya. Pada usia 7 tahun Syaikh Baing Yusuf kecil diketahui sudah memahami bahasa Arab, dan 5 tahun berikutnya diusia 12 tahun Syaikh Baing Yusuf kecil sudah mampu menghafal Al-Qur’an setahun kemudian mempelajari agama Islam di Makkah tanah kelahiran Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam.

“Beliau ikut dengan para pelaut nusantara dan juga untuk melaksanakan haji dan juga ke Madagaskar,” papar Iing.

Selama mempelajari ilmu agama Islam Syaikh Baing Yusuf mendapatkan ilmu dari ulama di tanah suci. Sepulangnya menuntut ilmu di tanah suci Syikh Baing Yusuf juga mempelajari ilmu agama Islam kepada salah seorang alim ulama bernama Syaikh Campaka Putih atau lebih dikenal sebagai Pangeran Diponegoro. Selain menjadi murid Syiakh Baing Yusuf pun memiliki santri dan murid yang salah satunya ialah pengarang kitab dari tanah Banten yaitu Syaikh Nawawi Al-Bantani. Ilmu agama yang diperoleh dari gurunya kemudian diamalkan kepada masyarakat Pasundan. Dari catatan sejarah singkatnya dituliskan bahwa beberapa kitab karyanya menjadi rujukan umat Islam saat ini diantaranya, kitab Fiqih Sunda, Tasawuf Sunda dan Tafsir Sunda.

Selama hidupnya Syaikh Baing Yusuf tinggal di kediamannya di surau tempatnya mengajarkan ilmu agama kepada santrinya. Surau yang dulu menjadi tempat menimba ilmu santrinya kini menjadi makam Syaikh Baing Yusuf yang terletak di belakang Masjid Agung Purwakarta di daerah Kaum Jalan Kusumaatmadja, Cipaisan Purwakarta. Setiap tahunnya makamnya selalu ramai dikunjungi peziarah dari luar kabupaten Purwakarta.

“Selalu banyak yang berziarah dan mendoakan Syekh Joeseof,” tutur Iing yang sudah 40 tahun lebih menjaga makam sejarah Syaikh Baing Yusuf.

Loading...
www.domainesia.com
Click to comment

Berita Populer

To Top