Kesehatan

Ramadhan, Balita Penderita Hidrosefalus Asal Cipaisan Purwakarta Butuh Bantuan

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Tubuh Muhamad Jafar Ramadhan balita usia 11 bulan penderita hidrocepalus makin mengecik dan memprihatinkan.

Muhamad Jafar Ramadhan adalah anak kedua dari pasangan Nurningsih (35) dan Edi (34) warga Gang Walangi RT 03 RW 01 Kelurahan Cipaisan, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta.

Sejak empat bulan lalu kondisi kesehatan Ramadhan semakin mengkhawatirkan. Karena alasan tersebut Nurningsih akhirnya memilih berhenti bekerja dan menemani Ramadhan di kontrakan kecil dimana mereka tinggal.

Nurningsih menceritakan bagaimana perkembangan Ramadhan hingga menderita hidrosefalus seperti saat ini. Sejak usia enam bulan Ramadhan sama seperti bayi lain tidak ada gejala penyakit apapun, namun menginjak usia tujuh bulan terjadi pembesaran di bagian kepala Ramadhan. Pembesaran kepala terjadi saat Ramadhan diasuh oleh tetangga Nurningsih. Pascaterlihat pembesaran, Nurningsih kemudian membawa Ramadhan berobat.

Saat itu Ramadhan mendapat pelayanan Jaminan Masyarakat Purwakarta Istimewa (Jampis) di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Selain mendapat pemeriksaan Ramadhan pun menjalani operasi sebanyak dua kali. Di operasi kedua tim dokter mendiagnosa bahwa selain menderita hidrosefalus Ramadhan juga menderi tumor.

Pascaoperasi kedua Ramadhan sudah dapat tinggal di rumah, namun anehnya Ramadhan jarang menangis dan matanya tidak dapat melirik. Padahal sebelum menjalani operasi kedua kondisi kesehatan Ramadhan masih normal.

Karena keterbatasan dana dan program Jampis sudah tidak berlaku lagi akhirnya Nurningsih hanya mengandalkan kartu BPJS Kesehatan selesai dicetak. Hingga berita ini ditulis Ramadhan belum dapat dibawa ke rumah sakit.

“Oprasi korban belum dilakukan karena masih menunggu kartu BPJS yang tengah diproses, sementara Kartu Jampis saat ini sudah tidak berlaku lagi,” tutur Nurningsih, Rabu (31/5/2017).

Padahal Nurningsih berharap anaknya dapat segera sembuh dari penyakit yang diderita, pasalnya selain terjadi pembesaran kepala tubuh Ramadhan pun semakin mengecil. Nurningsih hanya pasrah menghadapi keadaan itu dan berharap bantuan dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan dermawan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga Nurningsih hanya mengandalkan hasil usaha suami meski sangat minim. Karenannya Nurningsih terpaksa mengandalkan orang-orang yang peduli terhadap kesehatan anaknya untuk membeli kebutuhan perban dan obat yang harus dikompres di kepala Ramadhan.

Secara terpisah Wakil Direkutr RSUD Bayu Asih Purwakarta, Asep Gumilar mengatakan Ramadhan sudah pernah ditangani tim medis rumah sakit. Namun pihak rumah sakit tidak total menolak bila ada warga yang sangat membutuhkan pelayanan medis dengan kartu Jampis.

“Sementara terkait kartu BPJS yang masih di proses untuk pengobatan Jafar, silahkan orang tuanya untuk segera datang karena masalah kartu JAMPIS tidak¬†ada kaitanya dengan pelayanan terhadap masyarakat,” pungkas Asep Gumilar.

Loading...
www.domainesia.com
Click to comment

Berita Populer

To Top