Purwakarta

Petugas PLN Gadungan Marak, Warga Di Himbau Hati-Hati

Bukti pembayaran

PURWAKARTAPOST.CO.ID – Masyarakat Purwakarta di imbau berhati-hati saat di datangi orang yang mengaku sebagai petugas dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, beberapa penipuan terjadi dengan modus menyamar sebagai petugas resmi PLN.

Seperti yang alami oleh Jamal Mumin (20) salah seorang karyawan pengisian bahan bakar kendaraan di Jalan di Desa Citalang di Kecamatan Tegalwaru, dia mengaku telah tertipu oleh oknum petugas PLN.

“Iya saya telah tertipu oleh orang yang mengaku petugas PLN,” ujar Jamal, Jumat (30/11/2018).

Awalnya, Ia dirinya di datangi seseorang pria paruh baya yang mengaku sebagai petugas PLN. “Bapak itu turun dari motor dan bilang dari PLN,” tutur Jamal.

Tanpa curiga Jamal pun mempersilahkan oknum petugas gadungan itu untuk mengecek instalasi listrik di tempatnya ia bekerja. Tak berselang lama oknum itu meminta uang sebesar Rp400.000 untuk biaya penggantian nomor ID PLN. “Saya pun langsung bayar dan diberi kwitansi,” katanya.

Penasaran dengan pembayaran uang itu Jamal pun bertanya kepada rekan kerjanya dan baru sadar bahwa ia telah tertipu. “Ya mau gimana lagi sudah nasibnya,” keluh Jamal.

Sekedar diketahui, Modus penipuan inipun bukan pertama terjadi di Puwakarta, sebelumnya juga terjadi di wilayah Kecamatan Darangdan modusnya yaitu memeriksa KWH listrik.

Menanggapi hal tersebut, Kadi Purnama Supervisor Rayon PLN Plered membantah jika ada kegiatan seperti itu. Ia pun mengimbau masyarakat untuk waspada dengan modus mengaku sebagai petugas PLN.

”Setiap petugas kami dilengkapi pakaian khusus serta tanda pengenal resmi berikut dengan surat tugas,”ujarnya.

Ia menjelaskan jika pihaknya pun sering melakukan sosialisasi setiap desa-desa untuk memberikan edukasi tentang prosedural petugas PLN resmi.

“Kami sering sosialisasikan jika PLN tidak pernah menjual Material. Masyarakat harus waspada, dan diminta segera melaporkan baik ke pihak berwajib maupun langsung ke PLN ketika ada kejanggalan,” katanya.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top