Opini

Goreng “Nasi Basi” Ala Haters Dedi Mulyadi

Hamzah Zaelani Marie

Dari tahun ke tahun, rasanya isu yang dimainkan oleh pihak yang kontra terhadap Dedi Mulyadi selalu saja sama, tak ada yang menarik untuk dijadikan intrik. Isu itu tak jauh dari soal pertentangan antara budaya dan agama. Salah satunya misalkan, isu soal kereta kencana yang konon katanya dipersiapkan untuk Nyi Roro Kidul yang diarak setiap tahunnya dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Purwakarta.

Pertanyaannya, apakah memang tak ada isu lain yang bisa digunakan oleh pihak yang kontra terhadap sosok Dedi Mulyadi sehingga memaksa mereka untuk tetap menggoreng “nasi basi”? Sebetulnya ada beberapa yang baru, tapi aspeknya ya tetap sama, masih soal agama.

Melihat fenomena ini, sebetulnya hampir hampir mirip dengan isu Ahok saat Pilkada kemarin. Dimana ia diserang dengan berbagai macam isu agama, khususnya soal status agama dirinya. Lantas, apakah Dedi Mulyadi akan di’ahok’kan dalam Pilgub Jawa Barat nanti?

Jika melihat kondisinya, rasanya upaya menyerang Dedi Mulyadi dengan isu agama tak akan membuat dirinya bernasib seperti Ahok di Pilgub DKI. Hal ini karena bagaimanapun, ada banyak hal yang berbeda antara Dedi Mulyadi dan Basuki Thahja Purnama. Salah satunya, yang paling utama ialah Dedi Mulyadi beragama Islam, sedangkan Ahok tidak.

Seharusnya, isu yang dimainkan dalam momentum Pilkada tak selalu soal agama. Akan lebih bermanfaat jika masing-masing pihak bermain isu di tataran kegagalan lawan sehingga bisa membuat masyarakat juga dicerdaskan untuk melakukan pertimbangan.

Lantas, mengapa hal itu tak dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam agenda Pilkada ini? Apakah isu agama yang digunakan untuk menyerang Dedi Mulyadi secara tidak langsung memperlihatkan bahwa pihak lawan sulit untuk menemukan kegagalan dalam track record kebijakan Dedi Mulyadi? Sehingga membuat pihak lawan menggoreng “nasi basi” sebagai upaya untuk menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap Bupati Purwakarta yang digadang gadang menjadi Gubernur Jawa Barat 2018 nanti? Untuk mengetahui jawabannya, hanya waktu yang bisa memastikan akankah ada isu lain selain agama menyerang Dedi Mulyadi, jika tak ada, mungkin secara sederhana bisa kita simpulkan bahwa selama menjabat Bupati, hampir tak ditemukan kegagalan pada kebijakannya selama 2 periode kebelakang ini.

 

Hamzah Zaelani Marie (Pengamat Sosial Politik)

Loading...
www.domainesia.com
Click to comment

Berita Populer

To Top