Pendidikan

Sempurnakan Riset Pengembangan PPK, Kadisdik Purwakarta Gelar FGD

Kadisdik Purwakarta, H Purwanto

Purwakarta Post – Sempurnakan program pendidikan berkarakter, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta menggelar Focus Group Discusion (FGD) yang digelar di SDN Ciwangi Kecamatan Bungursari, Sabtu (29/6/2019).

FGD ini sebagai bagian dari proses penyempurnaan penelitian model pendidikan berkarakter, yang telah diberlakukan sejak tahun 2008 di Kabupaten Purwakarta.

FGD ini diikuti oleh guru, kepala sekolah, pengawas, perwakilan orang tua wali murid, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Kasi Kurikulum Dikdas, Kasi Pengembangan Karakter Dikdas, Kasi Penjaminan Mutu Dikdas serta tamu kehormatan yakni guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Hj. Aan Komariah, M.Pd dan Dr. Dedy Achmad Kurniady, M.Pd.

Dalam penelitiannya yang mengambil tema “Pengembangan Model Kepemimpinan Partisipatif Dalam Implementasi Pendidikan Karakter”, H. Purwanto memaparkan bagaimana tahap penerapan pendidikan dilakukan sampai tujuan dari dilaksanakannya pendidikan berkarakter.

“Implementasi pendidikan karakter memerlukan tatakelola yang efektif di setiap sekolah mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan sampai pada tahap evaluasinya. Proses perencanaan pendidikan karakter berkenaan dengan upaya untuk menjawab pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana pendidikan karakter harus dan akan dilaksanakan, pelaksanaan berkaitan dengan  siapa melaksanakan apa dan bertanggung jawab pada siapa. Evaluasi menyangkut sejauhmana tujuan dan rencana yang telah ditetapkan dalam pendidikan karakter di sekolah berhasil dilaksanakan,” terang Purwanto mengawali paparannya.

“Hal terpenting, lanjut Purwanto, dalam implementasi pendidikan karakter di sekolah adalah dibutuhkannya seorang pemimpin yang dapat menggerakan seluruh komponen pada setiap level stakeholders agar mau terlibat dan berpartisipasi mensukseskan pendidikan karakter”, ungkapnya.

Karena persoalan atau konflik bisa datang sewaktu-waktu tanpa diundang apalagi diharapkan, dalam penelitiannya Purwanto juga kemukakan pentingnya kerja tim dalam menyelesaikan suatu persoalan.

“Pada level kelas kepemimpinan, lanjutnya, kepala sekolah dituntut mampu melibatkan guru-guru dan siswa  dalam memecahkan konflik serta pengambilan keputusan dalam upaya pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam proses belajar mengajar selanjutnya mampu memotivasi dan berkomunikasi dengan mereka,” jelasnya.

Untuk suksesnya suatu program, maksud atau tujuan, dijelaskan juga pentingnya peran lingkungan (semua pihak) dalam merealisasikan program tersebut.

“Pada level lingkungan sekolah dan masyarakat kepala sekolah dalam pelaksanaan pendidikan karakter dituntut mampu berkoordinasi, berkomunikasi dengan semua pihak yang berkepentigan baik secara internal (guru-guru, penjaga sekolah, peserta didik, pengawas) maupun secara eksternal seperti komite sekolah, orang tua siswa, tokoh masyarakat, pemerintahan desa serta organisasi yang berkepentingan dengan sekolah. Kepemimpinan yang demikian disebut kepemimpinan partisipatif,” urainya.

Setelah memaparkan satu persatu penelitiannya tentang Model Kepemimpinan Partisipatif Dalam Implementasi Pendidikan Karakter, mulai dari identifikasi masalah, kerangka berfikir, metode, tahapan, temuan implementasi pendidikan karakter, rancangan model, penyempurnaan model, rasional model kepemimpinan partisipatif untuk mengimplementasikan pendidikan karakter pada sekolah dasar, asumsi keberlangsungan model, maksud dan tujuan model kepemimpinan partisipatif, langkah-langkah implementasi model, strategi implementasi model, indikator keberhasilan model dan penilaian model. Purwanto pun mengajak para hadirin untuk memberikan penilaian termasuk juga masukan untuk menyempurnakan penelitiannya.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top