Politik

Tim Pemenangan DM4Jabar Tidak Terlena Hasil Survei

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Fenomena kemenangan pasangan DM4Jabar, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi mulai terlihat dalam beberapa hasil survei yang dirilis.

Dalam hasil survei Litbang Kompas misalnya, pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi meraih 42,8% suara. Pasangan ini ditempel oleh Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dengan raihan 39,9% suara.

Sementara itu, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu meraih 7,8% dan pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan berada di urutan terakhir dengan 3,1% suara. Sebanyak 6,4% responden masih belum menentukan pilihan.

Terbaru, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pun merilis hasil surveinya. Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi keluar sebagai pemenang dengan raihan 22,3% suara disusul Sudrajat-Ahmad Syaikhu dengan raihan 18,2% suara.

Menariknya, dalam survei yang digelar pada 26 Februari 2018 sampai 11 Maret 2018 tersebut, Ridwan Kamil – Uu hanya memperoleh 17,4% suara. Kemudian, disusul TB Hasanudin-Anton Charliyan dengan 6,2% suara.

Berbeda dengan hasil Litbang Kompas yang menyebut swing voter sebesar 6,4%, suara mengambang dalam survei LKPI sangat besar yakni 35,9%.

Alih-alih berpuas diri dan bersiap menyambut kemenangan, Tim Pemenangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi meminta seluruh elemen tim untuk waspada. Para pendukung dan simpatisan diharapkan tidak terlena oleh hasil survei.

Imbauan ini ditegaskan oleh Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat, Sukim Nur Arif. Dia mengajak basis-basis suara pasangan nomor 4 di Pilgub Jawa Barat untuk merapatkan barisan.

“Seluruh kader, tim dan pendukung di basis-basis suara harus lebih mangprang lagi dalam bekerja. Semua tidak boleh terlena dengan hasil survei,” kata Sukim, di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (28/3/2018).

Hitungan Kursi Parlemen

Jika berkaca pada jumlah kursi partai pengusung di DPRD Jawa Barat, menurut Sukim, kemenangan memang realistis diraih pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Baca juga :  Ini Alasan Kenapa Pohon di Purwakarta Dibungkus Kain

Berdasarkan data yang diperoleh, Gabungan kursi Partai Golkar dan Partai Demokrat sebanyak 29 kursi. Kedua partai ini merupakan pengusung utama DM4Jabar di Pilgub Jawa Barat. Ditambah dua partai non parlemen yakni Partai Perindo dan PKPI.

Secara jumlah kursi parlemen, pasangan tersebut ditempel ketat oleh Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Jumlah kursi partai pengusungnya, yakni Gerindra, PKS dan PAN adalah 27 kursi.

Kemudian, jumlah kursi partai pengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, terdiri dari Nasdem, PPP, Hanura dan PKB sebanyak 24 kursi. Meskipun belakangan, karena dinamika internal DPP, Partai Hanura diketahui mengalihkan dukungan kepada pasangan calon lain.

Sementara itu, PDIP mengusung sendirian pasangan calon TB Hasanudin-Anton Charlyan dalam Pilgub Jawa Barat ini.

“Kalau melihat itu semua, kemenangan itu realistis bagi pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Syaratnya, basis suara di Pileg 2014 lalu itu semakin menguat. Akan tetapi, Pilgub memiliki variabel berbeda dengan Pileg. Maka saya kira 2 kali Pilgub kemarin harus menjadi pelajaran berharga,” ungkapnya.

Dua Pilgub Jawa Barat yang telah lalu belum pernah dimenangi oleh kandidat yang diusung oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat. Pada Tahun 2008, Golkar dan Demokrat mengusung pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulandjana.

Kemudian, pada Tahun 2013 Golkar mengusung pasangan Irianto MS Syafiudin dan Tatang Farhanul Hakim. Sementara Partai Demokrat menjadi pengusung utama pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana.

Dalam dua kali pertarungan, dua kali pula Ahmad Heryawan dan pasangannya memenangi kontestasi di tanah Galuh dan Sunda tersebut.

“Kenaikan elektabilitas Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memang menjadi perhatian berbagai pihak di tingkat nasional. Termasuk, saat saya mengikuti Rakernas Golkar 23-24 Maret kemarin di Jakarta. Pesan utamanya, kuatkan dan lebarkan basis suara,” katanya.

Baca juga :  Pengamat Politik, Dedi Mulyadi Kerap Diserang Isu SARA

Kompetisi Sehat

Dalam melebarkan basis suara, Sukim juga mengingatkan agar tim pemenangan menjalankan kompetisi sehat dan penuh etika. Selain itu, karakter warga Jawa Barat harus menjadi pertimbangan utama saat melaksanakan kegiatan sosialisasi.

“Tim harus on the track pada peraturan perundangan dan etika. Kemudian, warga Jawa Barat mah kan senang didatangi langsung. Jadi, konsolidasinya bersifat mikro saja, dari rumah ke rumah, kita ajak memilih kandidat kita,” ujarnya.

Cara ini dia pandang efektif dalam meraih insentif elektoral untuk pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Pasalnya, jalinan ikatan emosional dengan pemilih menjadi semakin kuat dan kecil kemungkinan berpindah kepada kandidat lain.

“Kang Deddy Mizwar dan Kang Dedi Mulyadi sudah menjalankan ini. Tim pun sudah menjalankan, tinggal intensitas dan areanya ditambah agar semakin kuat,” pungkasnya.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top