Pendidikan

Diogenes Si “Gila”

Image: Renegade Tribune

Diogenes seorang filsuf pada 412 SM yang terkenal dengan “Diogenes The Dog” karena sehari-hari hidup sebagai pengemis dan tidur di dalam gentong ditemani seekor anjing. Sementara Plato (428 SM) yang sempat frustasi olehnya karena sejumlah pertanyaan filsafat menyebutnya sebagai “a Socrates Gone Mad”. Suatu ketika Diogenes menyela ketika Plato tengah mengajar dan berkata,”Meja dan gelas ini yang aku lihat, hai Plato. aku sama sekali tidak melihat ke-meja-an dan ke-gelas-an, apa yang salah denganmu?”

Hampir semua filsafat Diogenes berasal dari potongan-potongan cerita kesehariannya, tidak ada sistem filsafat yang utuh yang terekam dalam catatan filsuf sesudahnya. Salah satu cerita yang menarik adalah beberapa kali Diogenes menyalakan lampu di siang bolong lalu pergi ke tengah pasar dan berteriak,”Aku mencari manusia! Aku mencari manusia! Dimana manusia, apa kamu melihatnya?”

Namun cerita yang paling membuat namanya popular–selain juga merupakan pendiri dari Cynicism”–adalah dialognya dengan Aleksander Agung, seorang Raja (Basileus) dari Macedonia, Yunani Kuno, dan juga anggota dari “Agread Dynasty”.

Suatu ketika Aleksander Agung..

(ingin lebih banyak bacaan yang menarik, *beli bukunya sekarang “Mazhab Insomnia”) karya Penulis Muda Purwakarta, Hendra Januar 

“Corak Pemikiran eksistensialisme sangat kental dalam karya ini” (Muhammad Nur Jabir – Direktur Rumi Institute Jakarta)

 

*Pembelian dapat menghubungi nomor WhatsApp ini 081511691652

Click to comment

Berita Populer

To Top