Pendidikan

261 Calon Mahasiswa STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta Ikut Taaruf

Purwakarta Post – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DR KHEZ Muttaqien Purwakarta menggelar kegiatan pengenalan lingkungan kampus (Taaruf) di aula kampus jalan baru maracang nomor 35. Rencananya kegiatan tersebut akan digelar selama tiga hari sampai tanggal 29 mendatang.

Surya Hadi Dharma Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru mengklaim bahwa, Taaruf tahun ini merupakan angkatan terbanyak.

“Tiap tahun ada peningkatan, namun tahun ini jumlah terbanyak dengan total 312 mahasiswa dari 6 Prodi. Namun yang mengikuti kegiatan Taaruf hanya 261, dari jumlah pendaftar tidak semuanya ikut kegiatan Taaruf. Target PMB sebanyak-banyaknya tapi angka minimal dari masing-masing prodi penuh satu kelas,” kata Surya.

Ia juga mengaku, menerapkan metode yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan memanfaatkan jejaring alumni dan media sosial.

“Tahun sebelumnya roadshow ke sekolah-sekolah, tapi hari ini memanfaatkan jejaring alumni dan media sosial. kedepan kita ingin bersentuhan langsung dengan masyarakat, dengan penyuluhan, pelatihan dan pembelajaran. Jika kita bisa langsung memberikan manfaat ke masyarakat, untuk soal PMB tidak akan sulit untuk dioptimalkan,” jelas Surya.

Disamping itu, tambah surya, pihak kampus juga membuka pendaftaran untuk mahasiswa pasca sarjana dengan konsentrasi pendidikan agama islam dan bimbingan konseling.

“Ada beasiswa hafidz untuk mengikuti perkuliahan secara gratis. Dan kita buka program pasca sarjana, untuk S2 PAI dan bimbingan konseling,” paparnya.

Sementara Ketua Pelaksana Taaruf Maulvi Arreza mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan untuk calon mahasiswa baru.

“261 yang ikut, pesertanya terdiri dari enam program studi yakni, Program studi agama islam, Ekonomi Syariah, Hukum Keleuarga Islam, Pendidikan Anaka Usia Dini, Pendidikan Bahasa Arab, dan Komunikasi Penyiaran Islam,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pengenalan kampus tersebut diharapkan bisa memberi cara pandang baru khususnya bagi lulusan SLTA yang akan menjadi mahasiswa.

“Semoga dengan adanya kegiatan taaruf tersebut dapat memeberikan cara pandang baru, karena cara pandang siswa dan mahasiswa tentu berbeda dari mulai cara belajar dan cara berorganisasi serta kehidupan di kampus,” tukasnya.

Sementara Presiden BEM STAI DR KH EZ Muttaqien Bais Asyari berharap kegiatan taaruf bisa menghasilkan mahasiswa yang kritis serta dapat berperan aktif dalam dunia kampus.

“Jadilah mahasiswa yang tidak berat sebelah, baik akademik maupun nonakademik. Prestasi atau IPK itu penting, tapi softskill dari organisasi kampus itu juga sangat penting sebagai sebuah kolaborasi yang cantik. Karena, kampus bukanlah akhir. Melainkan awal pencarian,” terangnya.

Dia juga mengatakan, kegiatan taaruf disamping mengenalkan tentang antropologi kampus juga untuk melengkapi syarat sidang skripsi untuk semester akhir.

“Ada materi tentang pengenalan antropologi kampus, juga mahasiswa diwajibkan ikut sebagai syarat mengikuti sidang skripsi. Jadi harus ikut Taaruf dulu,”papar dia.

Ditempat yang sama Ketua STAI DR KHEZ Muttaqien Imam Tabroni mengatakan, Proses Pembelajaran Digital dalam Era Revolusi Industri 4.0, dimana perguruan tinggi perlu melakukan reorientasi kurikulum, hybrid/blended learning, dan life-long learning. Artinya bahwa kita harus dapat beradaptasi dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi dengan baik.

“Pasar kerja saat ini membutuhkan berbagai kombinasi skills, 80% perusahaan mencari jiwa kepemimpinan dan mampu bekerja baik didalam tim. Kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital masih kurang, oleh karena itu kita harus mengisi kekurangan tenaga kerja dalam bidang digital.

‚ÄúRelevansi antara pendidikan dan pekerjaan perlu disesuaikan dengan perkembangan iptek dengan memperhatikan aspek humanities,” terangnya.

Ia pun menilai, di Era Revolusi Industri 4.0 perlu mengembangkan literasi baru yaitu data, teknologi dan sumber daya manusi harus bisa memanfaatkan dan mengolah data, menerapkannya kedalam teknologi dan tentunya harus memahami cara penggunaan teknologi tersebut .

“Literasi manusia menjadi penting untuk bertahan di era ini, tujuannya adalah agar manusia bisa berfungsi dengan baik dilingkungan manusia dan dapat memahami interaksi dengan sesama manusia. Oleh karena itu STAI DR. KHEZ. Muttaqien perlu mencari metoda untuk mengembangkan kapasitas kognitif mahasiswa: higher order mental skills, berpikir kritis & sistemik, amat penting untuk bertahan di era revolusi industri 4.0,” demikian Imam.

Loading...
www.domainesia.com
Click to comment

Berita Populer

To Top