Nasional

81.000 Kursi Dibuka untuk Pendaftaran CPNS Bulan Juli 2016

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Kementeri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), menetapkan kriteria prioritas pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada bulan Juli 2016.

Menpan RB, Yuddy Chrisnandi mengatakan kriteria utama pelamar yang mendaftar CPNS 2016 adalah pelamar umum di luar sekolah kedinasan dan kesehatan.

Kriteria itu ditujukan untuk menjaring CPNS yang memiliki kompetensi mumpuni. Mulai dari aspek pengetahuan hingga integritas kebangsaan. Dengan harapan menghindari PNS yang tak jujur, tak bersih dan meminimalisir tindak korupsi di kalangan PNS.

“Proses rekrutmen harus sesuai dengan ketentuan UU. Kita harus menjamin proses seleksi tersedianya SDM aparatur yang berintegritas, berpengetahuan luas, dan profesional,” kata Yuddy di Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Seleksi di bulan Juli nanti dilakukan secara ketat dibandingkan masa-masa sebelumnya.

“Jadi mau tidak mau seleksi akan sangat ketat dibanding masa sebelumnya,” katanya.

Prioritas pelamar CPNS Juli 2016 ini didahulukan untuk sarjana berprestasi dari perguruan tinggi berakreditasi A dengan sertifikasi program studi.

“Mahasiswanya juga mendapat Indeks Prestasi (IP) cumlaude, yaitu 3,75,” terangnya.

Secara resmi Kemenpan RB baru akan membuka pendaftaran CPNS tahun ini pada bulan Juli. Kemudian dilanjutkan dengan proses rekrutmen di bulan Agustus 2016. Pada bulan Oktober dan November akan diumumkan pelamar yang lolos tes CPNS tahun ini.

“Perkiraan saya pelamar umum 10 ribuan. Mahasiswa berprestasi sekurang-kurangnya 10 persen. semua bidang yang dibuka pemerintah untuk penerimaan CPNS bisa diisi,” paparnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan sendiri pada tahun ini alokasi CPNS dibutuhkan sebanyak 81.000 kursi. Tersebar di sektor kesehatan, pendidikan, penegak hukum hingga penunjang program nawacita.

Rinciannya yaitu 43.000 untuk tenaga kesehatan, 11.000 sekolah kedinasan dan 5.000 guru garis depan. Sementara sisanya akan diambil dari tenaga peneliti, ketahanan pangan, hingga penegak hukum.
(sumber: merdeka.com)

 

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top