Politik

Langgar Pilkada, 20 Kepala Desa di Purwakarta Mundur dari Struktur Partai Politik

ketua panwaslu purwakarta, oyang este binos saat memberikan keterangan pers kepada media

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Berdasarkan hasil pengawasan ketat selama masa tahapan Pilkada 2018, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Purwakarta memastikan ada sebanyak 20 kepala desa mundur dari struktur kepengurusan partai politik.

Undang-Undang (UU) No. 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 51 UU tersebut, dengan tegas menyebutkan bahwa, “Kades atau perangkat desa dilarang menjadi pengurus partai politik”.

Selanjutnya dijelaskan pula dalam Pasal 52 ayat (1) bahwa “Perangkat Desa yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan dan/atau tertulis”.

Pada ayat (2) Pasal 52 UU Desa juga dijelaskan mengenai hal sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jika tidak dilaksanakan, dilakukan tindakan pemberhentian sementara dan dapat dilanjutkan dengan pemberhentian.

Sementara melalui Undang-Undang No 1 Tahun 2015 tentang pemilihan kepala daerah (Pilkada). Kepala desa juga dilarang ikut terlibat mengkampanyekan pasangan calon tertentu. Bila ditemukan ada kepala desa mengkampanyekan calon maka dikenai sanksi pidana.

“Suda diatur dalam Pasal 188, dimana setiap pejabat aparatur sipil negara dan kepala desa atau sebutan lain/lurah yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagai mana di maksud dalam pasal 71, maka akan dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp. 600.000 (enam ratus ribu rupiah) Atau paling banyak Rp.6.000.000 (enam juta rupiah),” tutur Ketua Panwaslu Purwakarta, Oyang Este Binos, Selasa (27/3/2018).

Panwaslu Purwakarta sendiri telah melakukan klarifikasi terhadap sedikitinya 20 kepala desa yang masuk dalam struktur partai politik. Dan Panwaslu meminta agar kepala desa bersangkutan untuk mundur dari struktur parpol atau dikenai sanksi.

“Kepala desa masuk struktur parpol sebanyak 20 orang telah kami klarifikasi dan menyatakan mundur. 20  kepala desa itu berasal dari 11 kecamatan,” pungkasnya.

Click to comment

Berita Populer

To Top