Politik

KPU Tegaskan Tidak Mendata Orang Gila

PURWAKARTAPOST.CO.ID – Pendataan orang gila sebagai pemilih pada Pemilu 2019 oleh KPU saat ini tengah menjadi perbincangan publik, bahkan kabar tersebut terkesan menjadi sebuah konsumsi publik yang lair.

Terkait kabar tersebut, KPU Purwakarta secara tegas dan mendetail mengklarifikasi kebenaran atas kabar tersebut.

Divisi Program dan Data KPU Purwakarta, Iip Saripudin, mengatakan, memilih merupakan hak setiap warga negara, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pemilih yaitu, 1 pada saat hari dan pemungutan suara usianya 17 tahun, 2 sudah menikah atau pernah menikah tidak tercatat di DPT daftar pemilih tetap.

“Nah itu kan kategori pemilih yang sudah memiliki hak pilih, lalu pertanyaannya Bagaimana kalau mengenai orang gila, didalam undang-undang itu tidak ada terminologi orang gila,” kata Iip kepada awak media, Senin (26/11/2108).

Menurutnya, adapun yang dimaksud KPU, kata Iip, adalah disabilitas mental atau tunagrahita, kategori disabilitas mental atau tunagrahita.

“Nah tunagrahita itu kan umum sifatnya, bukan hanya yang masuk kepada kategori orang gila, di dalamnya ada yang stres, yang memiliki penyakit penyakit psikologis misalkan phobia insomnia atau kurang tidur, tidak selalu yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) itu orang gila,” ucap dia.

Dengan demikian, sambung dia, KPU berkewajiban memperhatikan hak pilih mereka. Masyarakat harus tau, jadi yang dimaksud gila disini bukanlah orang yang gila pada umumnya, namun tunagrahita atau disabilitas.

“Saya harapkan masyarakat paham akan hal itu,” ujar dia.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top