Purwakarta

Safari Religi Melalui Tarling Ala Pemkab Purwakarta

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Tarling’ merupakan istilah umum yang digunakan oleh umat Islam di Indonesia sebagai sebutan untuk ‘Tarawih Keliling’. Tokoh masyarakat biasanya menjadi pelaku ‘Tarling’ dari mesjid ke mesjid untuk menjalankan shalat tarawih bersama dengan masyarakat yang pada siang harinya menjalankan ibadah puasa.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta menjadikan ‘Tarling’ ini sebagai program tahunan di bulan Ramadhan sudah sejak Tahun 2003 silam. Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat besar mengingat Purwakarta sendiri adalah daerah yang secara administratif berbentuk Kabupaten sehingga unsur keguyuban masyarakat masih sangat terasa.

Baca juga: Dapat Mie Ayam Gratis Sholat Tarawih di Purwakarta Selalu Penuh

Uniknya, Program ‘Tarling’ Tahun 2016 tidak dimulai pada saat shalat tarawih dilangsungkan. Tetapi masyarakat sudah mulai berkumpul sejak pukul 17.00 WIB untuk menerima siraman rohani dari tokoh agama setempat kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Nuansa kekeluargaan, rasa ingin berbagi dan pengayoman sangat terasa diantara tokoh masyarakat, anggota masyarakat dan tamu undangan yang turut hadir dalam acara ini.

Berdasarkan pantauan Humas Pemerintah Kabupaten Purwakarta, tidak kurang dari seribu anggota masyarakat hadir setiap hari dalam acara ‘Tarling’ yang sudah dimulai sejak hari pertama puasa ini, lokasinya pun tentu berbeda-beda. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat ditemui di lokasi ‘Tarling’ di Desa Bunder Kecamatan Jatiluhur Purwakarta Sabtu (25/6/2016) mengaku sengaja mengubah format program ini dengan waktu yang lebih awal agar nuansa Ramadhan bertransendensi dengan kehidupan masyarakat. Dia berujar seringkali bulan Ramadhan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan hingga menyapa tetangga di sekitar rumah pun menjadi terabaikan.

“Makanan untuk buka puasa kami sediakan untuk acara ini, jadi tidak ada cerita malas untuk keluar rumah dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Kita lebih sering menjadikan puasa sebagai alasan untuk malas dibanding menjadikannya motivasi untuk melakukan hal yang lebih baik. Waktu saya kecil tidak demikian. Kalau ingin buka puasa dengan menu yang enak, siang harinya saya kuli membuat bata merah di pabrik bata milik tetangga. Kuat kok, puasa saya tamat kok, lalu kenapa kultur hari ini berubah?,” tanya Dedi dalam sambutannya.

Paparan pria yang akrab disapa Kang Dedi ini pun diamini oleh Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara. Dadan yang turut hadir dilokasi dengan mengenakan pakaian khas sunda ini pun mengatakan puasa tidak boleh mematikan sifat manusia sebagai makhluk sosial. Dia berujar buka puasa bersama yang menjadi salah satu agenda dalam ‘Tarling’ pun akan mampu menghidupkan kepedulian masyarakat terhadap sesama sehingga ‘Tarling’ menjadi salah satu penterjemahan Grand Tema “Ramadhan Toleran” yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

“Tarling yang kami lakukan ini sebagai salah satu bentuk pelaksanaan Ramadhan Toleran, kan Toleransi juga ibadah. Kalau kita sering berkumpul dan berbagi dengan sesama, maka Insya Allah nilai toleransi di dalam diri kita akan semakin terasah. Ini penting agar nilai religi yang kita miliki turut berinteraksi,” ujar pria yang pernah menjadi Sekretaris Daerah Purwakarta ini.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purwakarta Anne Ratna Mustika saat dimintai keterangan ditempat yang sama juga mengatakan bahwa pengaruh Ramadhan Tolerans sudah terasa hingga ke pelosok kampung. Sehingga masyarakat tetap menjalankan aktifitas seperti biasa tanpa terpengaruh oleh orang lain yang tidak melaksanakan ibadah puasa.

“Mereka tetap semangat menjalankan ibadah puasa kok saya lihat. Sama sekali tidak terpengaruh oleh misalnya Rumah Makan yang buka siang hari dan semacamnya,” kata wanita yang akrab disapa Ambu ini.

Respon positif atas kegiatan ‘Tarling’ pun mulai berdatangan dari masyarakat. Iis (54) misalnya, salah seorang warga Desa Bunder ini mengaku senang bisa buka puasa bersama dengan para pemimpin di Purwakarta.

“Emak mah senang pisan. Gak pernah kebayang sebelumnya bisa buka puasa dengan gegeden (pembesar negeri),” kata Iis singkat.(rls)

Loading...
www.domainesia.com
Click to comment

Berita Populer

To Top