Hari Ini : Siapa Paling Berpeluang Menang di Pilkada Purwakarta? » Purwakarta Post
Opini

Siapa Paling Berpeluang Menang di Pilkada Purwakarta?

OPINI-Ada banyak kemungkinan memang bila melihat hubungan politik dan kebiasaan pemilih pada Pilkada Purwakarta 2018. Tiga bakal pasangan calon yang resmi mendaftar di KPU Purwakarta mengawali kemungkinan menang dan menduduki tahta baru pimpinan daerah Purwakarta lima tahun mendatang.

Tidak semua masyarakat Purwakarta khususnya pemilik hak suara mengingat betul dan mau bicara soal Pilkada Purwakarta, tapi tidak semua masyarakat juga lupa dan enggan bicara politik. Tidak ada ukuran seberapa besar tingkat popularitas pasangan calon, karenannya kecenderungan masyarakat untuk menahan membahas pasangan calon pilkada semakin kuat.

Tulisan ini hanya analisa sederhana mengenai kondisi hubungan politik dan kebiasaan pemilih di Pilkada Purwakarta. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda, karenanya perlu kiranya kami mengulas sedikit banyak peluang menang tiga bakal pasangan calon di Pilkada Purwakarta 2018. Baik, simak penjelasannya berikut ini.

1.Pasangan Anne Ratna Mustika-Aming (partai pengusung, Golkar, Demokrat, Hanura, PKB, Nasdem, PAN)

Jika ditanya pasangan mana yang paling gemuk, maka jawabannya pasangan Anne-Aming. Bakal pasangan calon ini memiliki dukungan signifikan dari partai politik, tentu partai memiliki peran strategis menjadi juru kampanye. Jika dihitung-hitung maka peran partai pengusung menentukan sedikitnya 50% kemenangan pasangan ini.

Selain mendapat dukungan dari banyak partai politik, pasangan Anne-Aming juga memiliki latar belakang politik yang kuat. Bagaimana tidak Anne Ratna Mustika merupakan istri dari Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang juga maju di Pilgub Jabar. Penguasaan birokrasi dari tingkat daerah hingga desa menjadi modal kuat pasangan Anne-Aming.

2.Pasangan Padil Karsoma-Acep Maman (partai pengusung, PDIP, PPP)

Dua partai cukup untuk pasangan ini PDIP partai penguasa saat ini memiliki keinginan kuat untuk memenangi Pilkada di daerah dari keder internal. Karenannya partai ini lebih memilih memunculkan figur kader dan calon yang memiliki kedekatan politik. Meski bukan pasangan gemuk, Padil-Acep Maman memiliki dukungan partai politik yang kuat, pertama PDIP dan kedua sebagian masa pendukung dari Golkar. Tidak salah bila Golkar Purwakarta berniat melakukan pergantian pengurus.

Dukungan lain yang mungkin diperoleh pasangan Padil-Acep Maman berasal dari birokrasi dan ulama. Tidak ada ukuran pasti seberapa besar birokrasi mendukung pasangan ini, pastinya pengaruh Sekda (Padil Karsoma) akan tetap ada. Sementara ulama memiliki keterkaitan dengan wilayah, Padil Karsoma memiliki kedekatan dengan banyak ulama di Kecamatan Plered. Pengaruh ini kemudian mendekati pada kemungkinan dukungan dari pondok pesantren.

3.Pasangan Zainal Arifin-Lutfi Bamala (non partai)

Pasangan perseorangan pertama dalam sejarah Pilkada Purwakarta. Pasangan Zalu (Zainal Arifin-Lutfi Bamala) memiliki keterkaitan dengan tokoh-tokoh ulama di Purwakarta. Dukungan tokoh ulama menjadi modal kuat pasangan calon ini. Meski demikian tidak menutup kemungkinan juga mendapat dukungan dari partai politik.

Pastinya Lutfi Bamala merupakan kader partai politik yang sedikit banyak memiliki pengaruh khususnya dari Lembaga Swadaya Masyarakat.

Kesimpulannya, setiap pasangan calon berpotensi menang di Pilkada Purwakarta 2018. Karena peluang untuk menang dari masing-masing pasangan calon ada dengan karakter dukungan yang kompleks dan khas.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top