Hari Ini : 76 Ahli dari 46 Perusahaan di Purwakarta Sepakat Bentuk Asosiasi » Purwakarta Post
Purwakarta

76 Ahli dari 46 Perusahaan di Purwakarta Sepakat Bentuk Asosiasi

PURWAKARTAPOST.CO.ID – Menunjang Keamanan, Kesehatan dan  Keselamatan Kerja, sebanyak 76 ahli dan praktisi K3 yang berasal dari 46 perusahaan besar di Purwakarta sepakat membentuk Asosiasi Praktisi K3 Kabupaten Purwakarta.

Asosiasi yang dibentuk dan dikemas dalam acara Annual Conference Praktisi K3 Purwakarta 2018 di Grama Tirta Jatiluhur Purwakarta, pada Jumat (20/4/2018) lalu itu di gagas oleh Forum K3 Kawasan Industri Kota Bukit Indah yang didukung oleh beberapa perusahaan besar dan mendapat dukungan khusus dari Kementerian Tenaga Kerja RI Wilayah 2 Jawa Barat.

Hadir dalam kegiatan tersebut pejabat dari Kementrian Tenaga Kerja Wilayah 2 Jawa Barat, Zamhur Agus, SAS, MSi, Mumu S.H M.H, Dodi Setiawan S.H dan H. Deden Gunawan, S.H yang secara khusus menyampaikan dukungan dan memberikan arahan terkait materi dalam kegiatan tersebut.

Menurut Deden, setiap perusahaan harus menerapkan aturan kerja yang ketat terkait pelaksanaan sistem dan prosedur keamanan, keselamatan kerja dan penggunaan berbagai macam alat dan mesin perusahaan. “Semua itu untuk menunjang keamanan dan keselamatam kerja di lingkungan perusahaan,” ujarnya dihadapan puluhan peserta.

Bukan hanya alat dan mesin yang harus memenuhi standar dan bersertifikasi. “SDM para praktisi dan ahli K3 pun harus bersertifikasi,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu juga diangkat materi tentang; Riksa Uji Pesawat Tenaga dan Produksi, SMK3, Permenaker No. 38 tahun 2016 dan Permenaker No.187 tahun 1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya dan Riksa Uji Lingkungan Kerja di Perusahaan.

Sementara itu, output dari kegiatan diatas, telah terpilih pengurus Asosaisi Praktisi K3 Kabupaten Purwakarta yang diketuai oleh Ir. Ato M. Toha dari PT Indo Bharat Rayon dan sebagai Pembina atau Penasehat Asosiasi adalah Drs. H. Entis Sutisna, S.H M.M yang juga salah satu pengelola Kawasan Industri Kota Bukit Indah.

Dalam keterangannya, H. Entis mengatakan, pengurus terpilih selanjutnya memiliki kewajiban untuk menyusun personalia kepengurusan dan akan menyusun program kerja kedepan serta tanggap terhadap berbagai isu keselamatan kerja dan lingkungan perusahaan.

“Intinya dengan terbentuknya ssosiasi ini akan membawa dampak positif bukan hanya bagi para praktisi K3, melainkan juga bagi perusahaan dan masyarakat,” katanya.

Menutup, H. Entis menambahkan, bagi  perusahaan keselamatan kerja adalah hal penting sebagai bentuk efesiensi kinerja perusahaan dan tuntutan dari para pelanggan dan costumer perusahaan.

“Bagi masyarakat pun penting, karena isu lingkungan akan menjadi perhatian khusus bagi perusahaan,” ujarnya.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top