Hiburan

5 Jawaban Rasional Gamer Soal Wacana Pemblokiran PUBG oleh Kominfo

tampilan game pubg

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Dirjen Aplikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Kominfo akan memblokir game PUBG Mobile bila dinilai merusak perilaku gamer.

Wacana pemblokiran PUBG Mobile sendiri atas dasar usulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat. Statmen serupa MUI Jawa Barat sebelumnya juga pernah dilontarkan Ulama Malaysia, Mufti Negri Sembilan, Datuk Mohd Yusof Ahmad. Namun di Malaysia pernyataan Datuk Mohd Yusof langsung ditentang oleh Menpora Malaysia.

“MUI lembaga independen, kalau memang dirasakan merusak, dikaji dulu dan silakan diajukan ke Kemkominfo. Kami siap menindak lanjuti permintaan pemblokirannya,” kata Samuel seperti dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (22/3/2019).

Ada banyak alasan wacana pemblokiran PUBG Mobile muncul, salah satunya adalah insiden penembakan di dua mesjid Christchurch, New Zealand. Paska insiden penembakan di New Zealand ulama di beberapa negara merespon melalui wacana pemblokiran aplikasi game battle royale seperti PUBG Mobile.

Reaksi gammer, selain direspon cepat ulama, wacana pemblokiran PUBG juga direspon para gamer di Indonesia. Melalui situs berita gamebrott sedikitnya ada lima jawaban paling rasional menanggapi wacana tersebut.

Pertama, Pemblokiran game PUBG bukan solusi  tepat. Pasalnya game serupa battleroyale PUBG ada banyak tersebar di Playstore atau Appstore yang setiap orang dapat mengunduhnya. Sehingga pemblokiran satu game populer seperti PUBG dinilai terlalu berlebihan dan reaktif.

Kedua, Perbaiki mental dan edukasi game. Menurut para gamer yang lebih penting adalah memperbaiki mental generasi muda ketimbang mengurusi pemblokiran game. Moral dan mental yang tumbuh toleran akan mudah memilah antara game dan kehidupan nyata. Itu bisa dapat diperoleh melalui edukasi tentang game dan pengaturan penggunaan game sesuai usia tertentu.

Ketiga, Pemerintah sudah mengatur lewat Peraturan. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 11 Tahun 2016 Komite Klasifikasi Permainan Interaktf Elektronik yang bertanggung jawab untuk merating suatu video game. Berdasarkan aturan yang sama sebenarnya PUBG sudah dapat diklasifikasikan sebagai game untuk 18 tahun ke atas. Wajar bila para gamer merasa wacana pemblokiran PUBG seakan-akan menunggu aturan MUI sementara Kominfo sudah memiliki komite klasifikasi game.

Keempat, Jaman berubah game berubah. Jika biasanya orang hanya menggunakan smartphone untuk kebutuhan menelfon dan berkirim pesan, namun di era milenial banyak generasi muda menyalurkan bakatnya lewat game. Lewat game juga banyak generasi muda menggapai mimpi bisa dilihat dari sosok Jess No Limit yang besar dari game Mobile Legend. Di sisi lain industri game menjadi olahraga e-sport yang dipertandingkan di tingkat internasional.

Kelima, Game hukumnya haram, lalu game yang halal seperti apa?. Para gamer melihat developer game menggunakan ukuran standar universal tidak spesifik didasarkan atas agama atau ras tertentu. Wajar bila gamer menannyakan bila ada standar khusus tentang game yang halal dan game yang haram hal tersebut agar  disampaikan kepada pengembang game.

Click to comment

Berita Populer

To Top