News

Kejar Jumlah Produksi Kopi Brasil, Dedi Mulyadi Siap Tanam 20 Juta Pohon Kopi di Jawa Barat

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki target realistis untuk mengejar jumlah produksi kopi di Brasil. Berdasarkan data International Coffe Organization, Brasil masih bercokol di peringkat pertama negara penghasil kopi dunia.

Dalam satu tahun, produksi kopi di negeri samba itu mencapai 3,3 Juta ton. Jumlah tersebut menyumbang setidaknya 36,3% produksi kopi dunia. Sementara Indonesia, masih betah berada di peringkat keempat dengan total produksi 600 ribu ton saja.

Secara persentase produksi kopi dunia pun masih kalah jauh yakni hanya sebesar 6,6%. Hasil tersebut juga terbilang ironis mengingat Indonesia kalah dari negara tetangga, Vietnam.

Total produksi kopi Vietnam mencapai 1,53 Juta ton atau 16,8% produksi kopi dunia. Jumlah ini menempatkan Vietnam di posisi kedua negara penghasil kopi.

“Saya sudah melakukan kalkulasi, untuk menanam 1 juta pohon kopi hingga panen butuh dana Rp12 Miliar. Jadi, untuk biaya tanam 20 juta pohon kopi, kita butuh Rp240 Miliar. Ini realistis jika kita bandingkan dengan efek yang nanti dihasilkan,” kata Dedi.

Target prestisius itu dipaparkan oleh Dedi Mulyadi saat memenuhi undangan warga Desa Nanjung. Tepatnya, di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Selasa (19/6/2018) malam.

Bibit kopi unggulan Jawa Barat menurut mantan Bupati Purwakarta itu akan ditanam di sembilan gunung. Khususnya, di Jawa Barat bagian Selatan. Skema penggajian untuk petani kopi pun diakuinya sudah disusun. Yakni, melalui sistem gaji harian.

“Kita utamakan di Jabar Selatan terutama Kabupaten Bandung dan Garut. Dua daerah ini dekat dengan gunung berapi, tanahnya subur dan kondisi iklimnya cocok. Petaninya warga sekitar, kita siapkan gaji harian. Kalau bulanan, nanti kopinya ditinggalin kan bahaya. Kalau harian bisa terkontrol, kita siapkan mandor,” katanya.

Desa Kopi dan Pelatihan Barista

Budayawan Jawa Barat itu meyakini, rencana besarnya akan mendatangkan kesejahteraan untuk warga Jawa Barat. Kuantitas produksi kopi Indonesia akan naik ditambah dengan peningkatan kualitas biji kopinya sendiri.

Karena, desa di sekitar perkebunan kopi dia rencanakan akan disulap menjadi desa kopi. Sehingga, efeknya akan terasa langsung oleh masyarakat. Industri kopi akan tumbuh dan meningkatkan kunjungan wisata ke Jawa Barat.

“Ada manfaat besar untuk warga Jawa Barat. Ke depan bisa tumbuh desa kopi. Ada wisata petik kopi di desa itu. Wisatawan bisa memetik langsung kopi dari pohonnya dan mengikuti prosesnya sampai penyajian,” ucapnya.

Terkait penyajian, Pemprov Jawa Barat menurut Dedi Mulyadi dapat melakukan pelatihan barista di desa kopi. Gagasan ini pernah tercetus saat dia menikmati Kopi Malabar di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

“Output-nya, industri kopi bisa rapi dari hulu sampai hilir. Produksinya kita perhatikan sampai pemasaran. Kita didik para calon barista agar andal dalam menyajikan kopi,” katanya.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top