Politik

Head to Head, Dedi Mulyadi – Ridwan Kamil Versi Index Politica

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Dua nama kepala daerah Jawa Barat yakni, Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil paling banyak disebut maju dalam pemilihan kepala daerah gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018. Keduanya bahkan dianggap bersaing berat untuk merebut popularitas public Jawa Barat.

Ridwan Kamil yang saat ini menjabat Wali Kota Bandung meski belum selesai membangun Bandung Emil sudah menyatakan siap maju di Pilgub Jabar 2018. Tidak salah bila Partai NasDem sedari awal mendeklarasikan dukungan kepada Ridwan Kamil.

Dedi Mulyadi saat ini menjabat Bupati Purwakarta hingga 2018, dia menyatakan memilih focus bekerja dulu. Soal Pilgub Jabar 2018 Dedi memilih menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Lalu seberapa sengit persaingan antara Dedi Mulyadi-Ridwan Kamil?. Menurut data yang dihimpun oleh lembaga survey Index Politica disebutkan bahwa nama Dedi Mulyadi-Ridwan Kamil paling banyak mengundang perhatian netizen.

Direktur Eksekutif Index Politica, Denny Charter bahkan menyebut pembicaraan melalui media sosial dan media masa yang membahas Pilgub Jabar sama seringnya dengan pembicaraan Pilgub DKI. Padahal kedua pemilihan kepala daerah ini digelar dalam waktu yang berbeda dan karakter pemilih berbeda, namun paling banyak dibicarakan.

“Pembicaraan terkait Pilgub Jawa Barat sudah hampir menyamai Pilgub DKI Jakarta yang sudah memasuki putaran kedua ini,” ujarnya saat dihubungi, Jum’at (17/3/2017).

Berdasarkan pantauannya, Index Politica mencatat, Share of Voice Ridwan Kamil sebesar 33,74% disusul Dedi Mulyadi dengan 25,01%. Adapun terkait sentimen pembicaraan di media sosial, Dedi Mulyadi unggul dengan angka 30,18;7.62, disusul oleh Ridwan Kamil di angka 15.47;5.12.

Sebaran berita di media online yang tercatat dari keduanya pun terhitung berimbang dengan angka 41,05% untuk Ridwan Kamil dan 31,83% untuk Dedi Mulyadi. Kedua tokoh ini dinilai sukses membangun citra baik bagi daerah yang mereka pimpin. Dedi Mulyadi disebut berhasil membangun Purwakarta menjadi kabupaten artistik, sementara Ridwan Kamil disebut bisa menata Kota Bandung menjadi rapi.

“Keduanya punya citra positif,” tutur Denny.

Dedi Mulyadi menganggap selama ini tidak ada persaingan antara dirinya dengan Ridwan Kamil. Pasalnya persaingan hanya ada dari persepsi yang muncul saja. Secara individu tidak ada persaingan yang sangat mempengaruhi satu sama lain.

“Saya tidak memandang bahwa dalam politik itu ada saingan. Kenapa harus disebut saingan?, Faktanya, semua berbuat kebaikan kepada masyarakat, jadi ini bukan persaingan individu,” kata Dedi saat ditemui di Kantor Kementerian Kemaritiman, Jakarta, Jum’at (17/3/2017).

Terlebih menurut Dedi dia belum sama sekali menyatakan secara terbuka siap maju mencalonkan di Pilgub Jabar. Menurutnya sampai saat ini dia masih menelaah karakter demografi pemilih Jawa Barat, di sisi lain dia pun masih menunggu keputusan DPP Partai Golkar. Pasalnya Dedi merupakan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

“Saya tidak menganggap siapapun sebagai saingan. Apalagi saya belum menyatakan untuk mencalonkan diri,” katanya menambahkan.

“Kita tunggu saja keputusan DPP seperti apa, kalau saya sih sering menyampaikan, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, kehendak alam dan kedua kehendak Allah,” pungkasnya.

Loading...
www.domainesia.com
Click to comment

Berita Populer

To Top