Politik

Selama Ramadhan, Panwaslu Purwakarta Awasi Ceramah Berbau Kampanye

Ilustrasi

PURWAKARTAPOST.CO.ID – Memasuki bulan Ramadan, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Purwakarta akan lebih mengetatkan pengawasan di tempat-tempat ibadah.

Hal itu bukan tanpa alasan, selain kental akan nuansa religi, tempat ibadah juga rawan dijadikan tempat kampanye terselubung.

“Kami akan lebih memfokuskan pada pengawasan tempat ibadah, agar tidak digunakan sebagi tempat kampanye,” kata Ketua Panwaslu Kabupatem Purwakarta Oyang Este Binos saat ditemui di kantor Panwaslu Purwakarta, Sindangkasih, Purwakarta, Jumat (18/5/2018).

Selain itu, saat puasa, rawan adanya praktek politik uang atau money politic berkedok infaq shodaqoh maupun THR.

Oleh sebab itu, Panwaslu Purwakarta telah mengirim surat ke KPU Purwakarta, untuk mengingatkan para Paslon mengenai hal tersebut.

Pihak MUI dan juga Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Purwakarta pun telah dikirimi surat yang sama.

“Untuk sama sama mensterilkan masjid dan kegiatan pengajian ramadan dari konten kampanye politik,” ujar dia

Dia menegaskan mengenai kampanye di tempat ibadah dan politik uang, jam berapapun tidak diperbolehkan.

“Tempat ibadah kan memang tidak boleh digunakan sebagai sarana kampanye,” pungkasnya.

Click to comment

Berita Populer

To Top