Politik

KPU Purwakarta: Almarhum Deden Damanhuri Pahlawan Demokrasi

Komisioner kpu purwakarta, ramlan maulana

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Komisioner KPU Kabupaten Purwakarta, Ramlan Maulana menyebut Ketua KPPS 03 yang meninggal saat proses pencoblosan sebagai pahlawan demokrasi.

Ramlan Maulana dan jajaran komisioner KPU Purwakarta memgucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas meniggalnya Deden Damanhuri Ketua KPPS 03 Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong, Purwakarta.

“Innalilahi wainnailahi roojiuun, KPU Purwakarta mengucapkan belasungkawa, dan memastikan ketua KPPS 03 Desa Cipeundeuy, Bapak Deden merupakan pahlawan Demokrasi,” tutur Ramlan saat melayat di rumah duka RT 03 RW 02 Desa Cipeundeuy.

Ramlan memastikan proses penghitungan suara dimana almarhum bertugas akan tetap berjalan.

KPU Purwakarta mengambil langkah cepat dengan melakukan 6 tahapan berikut:

1. Proses penghitungan sura dilanjutkan dengan ditangani oleh 6 KPPS tersisa dan dua orang petugas ketertiban TPS;

2. Terhadap posisi Ketua KPPS maka digantikan oleh salah satu anggota KPPS yang dipilih oleh anggota;

3. Akan ada catatatan kejadian khusus yang dituangkan dalam form C2;

4. Memastikan proses penghitungan suara dilaksanakan sesuai regulasi;

5. Terhadap Almarhum sudah ditangani sesuai pengurusan zenazah di masyarakat setempat;

6. Supervisi, asistensi dan monitoring sudah dilakukan dengan menurunkan tim yang dipimpin langsung oleh Komisioner, Ramlan Maulana.

baca berita awal: Seorang Petugas KPPS di Purwakarta Meninggal Dunia Saat Hendak Menghitung Surat Suara

Sebelumnya, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 03 Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta meninggal dunia saat menghitung surat suara sebelum pencoblosan Rabu (17/4/2019) sekitar pukul 09.15 WIB.

Kronologi kejadian petugas KPPS bernama Deden Damanhuri (46) tahun merupakan Ketua KPPS 03 Desa Cipeundeuy. Korban meninggal saat sedang menghitung rekap surat suara untuk pencoblosan di TPS 03.

Menurut keterangan saksi Sekretaris Desa Cipeundeuy, Tenten Wandani Mustika mengatakan sebelum tersungkur jatuh dan meninggal Deden terlihat mengalami sesak nafas.

“Pak Deden saat menghitung rekap surat suara terlihat sesak nafas lalu jatuh,” kata Tenten.

Paska kejadian korban lalu dilarikan ke rumah duka di RT 03 RW 02 Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong.

Sejumlah tokoh kemudian melayat ke rumah duka diantaranya Wakil Bupati Purwakarta, H Aming, komisioner KPU Purwakarta, petugas pengamanan dari Polres Purwakarta dan pejabat unsur Muspika.

Meski demikian proses pencoblosan di TPS 03 tetap dilanjutkan secara normal.

Click to comment

Berita Populer

To Top