Grafis

Cerita Mengerikan Mayor Emang 8 Kali Ditembak Belanda untuk Kemerdekaan, Kamu? (1)

Operasi gagak tahun 1949. FOTO/ Doc. Istimewa

Purwakarta Post – Cerita Mayor Emang pria kelahiran 1922 M yang 8 kali ditembak untuk kemerdekaan RI dari penjajahan kolonialisme Belanda menjadi saksi betapa kemerdekaan itu mahal harganya.

Mayor Emang merupakan seorang pejuang asal Kabupaten Purwakarta yang tinggal Kampung Benteng, Desa Benteng RT 03/01, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Mayor Emang sendiri terlibat dalam pertempuran sengit saat Agresi militer Belanda II pada tahun 1948 di Kalijati Subang.

Saat itu Mayor Emang masuk dalam Tentara Republik Indonesia (TRI) berpangkat Pratu pada Batalyon 1 Resimen 7 Purwakarta yang masih masuk wilayah TRI Bandung.

“Saat itu, lagi memantau pos Belanda, bersama tiga orang lainnya terkena berondongan senapan Belanda, Bahkan, tiga teman saya gugur. Hanya abah saja yang hidup,” papar Mayor Emang, seperti dikutip dari Kesatu.co, Jumat (16/8/2019).

Mayor Emang tertembak sebanyak 8 kali yaitu di bagian punggung, tangan, kaki termasuk kepalanya.

Mayor Emang saat menunjukan surat keanggotaan TRI di kediamannya Kampung Benteng, Desa Benteng RT 03/01, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat

Saat itu dia sama sekali tidak berdaya, tergeletak di perkebunan karet Kalijati Subang dengan 8 luka tembak. Wajah dan tubuhnya berlumuran darah, orang mungkin akan takut melihatnya.

Sampai akhirnya dia bertemua dua orang perempuan yang melintas di perkebunan karet dan meminta tolong. Pertolongan pertama yang diminta Mayor Emang bukan apa-apa yaitu air minum dan daun pisang.

baca juga: Tahukah Kamu? Warga Purwakarta Dihukum Mati Karena Menggulingkan Kereta Belanda di Stasiun Bendul

Mayor Emang meminta agar dua perempuan yang menolong menutupi wajahnya dengan daun pisang untuk mengelabui tentara kolonial Belanda yang saat itu berpatroli.

Benar saja, tidak lama kemudian tentara Belanda menghampiri tubuh Mayor Emang. Dia berpura-pura mati, perutnya ditusuk beberapa kali oleh bayonet, beruntung dia tidak bereaksi.

Tidak saja menembak, menusuki tubuhnya dengan bayonet, wajah Mayor Emang pun diinjak tentara Belanda.

Baca juga :  Ayo!..Awasi Dana Hibah dan Bansos di Purwakarta Lewat Website Sihibo

“Jadi, abah bisa selamat, karena dikira sudah tewas,” ujar pria berusia 97 tahun tersebut.

Cerita selanjutnya tentang Mayor Emang baca pada tulisan kedua

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top