Kesehatan

Bupati Purwakarta Beberkan Kronologi 1 Pasien Positif Covid-19 dan 23 PDP

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat memberikan pernyataan terkait Corona virus

Purwakarta Post – Melalui live streaming YouTube salah satu stasiun radio Senin (16/3/2020), Bupati Purwakarta membeberkan kronologi warga yang dinyatakan positif virus Korona atau Covid-19.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan penetapan status positif Covid-19 warga Purwakarta dilakukan oleh Balitbangkes.

“Tadi malam sudah diumumkan secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat ada 1 pasien yang hasil dari lab pusat, dari Balitbangkes dinyatakan positif Covid-19,” tutur Bupati Anne.

Kronologi penularan virus Corona bermula saat pasien atas nama Ny U (65) tahun warga Kecamatan Pasawahan melakukan perjalanan umroh dari Arab Saudi, tiba di Indonesia tanggal 4 Maret 2020.

“Ny U 65 tahun sudah melakukan aktivitas perjalanan dari luar negeri dari Negara Arab Saudi. Tidak pulang ke rumah dari bandara langsung dijemput pakai ambulance menuju RSUD Bayu Asih lalu dilakukan pemeriksaan awal,” paparnya.

Setelah mendapat pemeriksaan Ny U kemudian dirujuk ke RS Rotinsulu Bandung.

“Dan setelah itu tepatnya tanggal 4 Maret 2020 landing pesawat pada tanggal itu juga dirujuk ke RS Rotinsulu Bandung. Dari RS itu kita mendapatkan kabar, tiga hari kemudian bahwa betul pasien atas nama Ny U itu positif,” tutur Bupati Ane.

Setelah mendapat kabar positif Covid-19, Bupati melakukan gerak cepat dengan melakukan traking orang-orang yang kontak langsung dengan pasien Ny U.

“Kita gerak cepat saat itu juga, saya ingat betul dapat kabar dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sore hari kemudian kita bergerak sampai malam untuk melakukan traking, jadi seluruh orang-orang yang sudah berinteraksi dengan pasien tersebut itu kita catat, kita lakukan pemeriksaan awal,” bebernya.

Hasil traking pihaknya mencatat ada sebanyak 23 orang yang masih dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Sudah ada 23 orang hasil traking kita sampai saat ini masih dalam pemantauan dan pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top