Pesantren

Dua Putra Walisongo Ternyata Pencipta Lagu Kemerdekaan RI

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Semangat kemerdekaan, ternyata dua putra Walisongo ternyata pencipta lagu kemerdekaan dengan khas gaya pesantren.

Adalah KHR Asnawi keturunan dari Sunan Kudus Sayyid Jafar Shodiq dan KH Abdul Wahab Chasbullah keturunan dari Raden Maulana Ishaq. Keduanya adalah keturunan dari Walisongo penyebar Islam di tanah Nusantara sekaligus tokoh kemerdekaan. Tak salah bila anak keturunannya mewarisi ilmu agama dan semangat kemerdekaan bagi Indonesia.

Dari sekian banyak karya kitab dari dua ulama ini ternyata keduanya juga menciptakan lagu kemerdekaan dengan nuansa pondok pesantren saat berperang melawan penjajah Belanda.

Di antara wujud kebanggaan KHR Asnawi dan KH Abdul Wahab Chasbullah dibuktikan dari karya seninya. Keduanya dikenal sebagai ulama yang alim dan ahli membuat syi’ir (lagu khas pesantren berbahasa Arab).

Lagu karya KHR Asnawi sangat masyhur di kalangan santri Kudus. Tak salah bila syi’ir ini banyak dihafal oleh para santri, dan berikut ini bunyi lagu kemerdekaan KHR Asnawi.

“Sungguh kemerdekaan telah jelas bagi bangsa Indonesia
Seluruh bangsa bergembira selamanya
Karena untuk mendapatkan itu dibutuhkan perjuangan total
Dibawah jajahan kolonial Jepang dan Belanda
Ada yang diasingkan di Digul Irian Jaya
Ada juga yang dipenjara dengan penuh kepedihan
Sungguh mereka benar-benar ikhlas mengkhidmahkan diri untuk negara
Jiwa kebangsaan menggerakkan mereka berjuang secara nyata
Demi bangsa dan negara
Semoga Tuhan membalas perjuangan mereka
Dengan menjaga kemerdekaan berpendapat yaitu demokrasi
Menuju kemakmuran keadilan sosial”

Sementara lagu kemerdekaan karangan KH Abdul Wahab Chasbullah juga masyhur di kalangan santri. Lagu kemerdekaan ini bahkan dikabarkan akan menjadi lagu perjuangan nasional, berikut ini lirik syair perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah.

“Pusaka hati wahai tanah airku
Cintamu dalam imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah, hai bangsaku!
Indonesia negriku
Engkau Panji Martabatku
S’yapa datang mengancammu
‘Kan binasa dibawah dulimu!”

Meski demikian pada versi lain menurut buku “Masterpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama-Santri 1830-1945” terdapat lirik tambahan dari karya Mbah Wahab yang dikarang pada 1916 ini. Selain lagu ini Mbah Wahab juga mengarang lagu berjudul “Yahlal Wathan” yang kini menjadi lagu nasional.

“Jangan kalian menjadi orang terjajah
Sungguh kesempurnaan dan kemerdekaan
Harus dibuktikan dengan perbuatan”

Dua karya lagu kemerdekaan ini menjadi bukti bahwa ulama, kiyai memiliki komitmen kemerdekaan bagi Indonesia. Dan menjadi kebanggan masyarakat Nusantara. (sumber: nu.or.id)

Loading...
www.domainesia.com
Click to comment

Berita Populer

To Top