Pendidikan

Prof. Dr. Idrus Afandi: Pendidikan Tidak Boleh Dicampur Adukan Dengan Politik

PURWAKARTAPOST.CO.ID – Politik Pendidikan agama Islam, ialah menciptakan warga negara yang taat azas, yaitu sebuah sistem yang berlandaskan Undang-undang (UU) 1945 dan Pancasila, sebagai landasan Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian disampaikan, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Idrus Affandi, saat kuliah umum yang diselenggarakan ‎oleh STAI. DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta, pada Kamis (13/7/2017).

Menurut Prof. Idrus, politik pendidikan agama Islam itu berbeda dengan politik praktis. Semisal, beberapa waktu dinamika perpolitikan di Indonesia sempat memanas. Namun, bagi pendidikan agama Islam kondisi tersebut tidak berpengaruh.

“Sebab tujuan pendidikan menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa, ahlakul karimah, cerdas kreatif dan bertanggung jawab sebagai insan Indonesia,” ungkap pria berkacamata.

Melihat kondisi saat ini, dia berpesan kepada para sarjana Pendidikan Agama Islam (PAI), ‎untuk terus meningkatkan dan memperluas wawasan global.

“Sebab persaingan saat ini bukan domestik, tapi internasional,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia itu tidak terlepas dari kedua organisasi besar. Yakni, Muhamadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

“Pendidikan ‎Indonesia itu di bangun oleh dua organisasi ke Islaman. NU dan Muhamadiyah, kedua organisasi itu memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,”

Dengan begitu, lanjutnya, pendidikan tidak boleh dicampur adukan dengan politik. “Pendidikan jangan di campur adukan dengan politik. Semua harus mengacu pada prinsip pendidikan nasional, sehingga tidak akan terjadi perdebatan dalam dunia pendidikan. Kalau ada yang berdebat karena dia tidak paham. Makanya harus kembali kepada tujuan pendidikan nasional,” pungkasnya.

Diketahui acara tersebut dihadiri, Direktur‎ Pasca Sarjana STAI.DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta Prof. Dr. Sanusi Uwes, Ketua STAI.DR.KHEZ. Muttaqien Dr. Manpan Drajat. Kegiatan yang berjalan cukup serius dan santai itu, dimoderatori oleh salah satu dosen STAI. DR.KHEZ. Muttaqien Purwakarta, Ahmad Sulaiman.

Loading...
www.domainesia.com
Click to comment

Berita Populer

To Top