Nasional

MUI Keluarkan Fatwa Sholat Idul Fitri Boleh Dilaksanakan di Rumah

sholat idul fitri kabupaten purwakarta 2019 m / 1440 h

Purwakarta Post – Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi merilis fatwa shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah. Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 diterbitkan Rabu (13/5/2020).

Dalam fatawa tersebut MUI menyatakan shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah bilamana seseorang berada di dalam kawasan dengan penyebaran Covid-19 belum terkendali.

“Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri, terutama jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali,” demikian bunyi petikan fatwa Nomor 28 Tahun 2020 itu.

Sementara MUI juga menjelaskan bagaiaman shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di mesjid, atau tanah lapang. Shalat Iful Fitri boleh dilaksanakan di mesjid atau tanah lapang bagi seseorang yang tinggal di daerah dengan penyebaran Covid-19 terkendali.

Baik shalat Idul Fitri di mesjid maupun di rumah di haruskan menerapkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi semua orang.

Berikut ini bunyi lengkap fatwa MUI tentang shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah :

Ketentuan hukum

1. Shalat Idul Fitri hukumnya sunah muakkadah yang menjadi salah satu syi’ar keagamaan (syi’ar min sya’air al-Islam).

2. Shalat idul fitri disunahkan bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri.

3. Shalat Idul fitri sangat disunahkan untuk dilaksanakan secara berjamaaah di tanah lapang, masjid, mushala, dan tempat lainnya.

4. Shalat Idul Fitri berjamaah boleh dilaksanakan di rumah.

5. Pada malam Idul Fitri, umat Islam disunahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tasbih, serta aktivitas ibadah.

Ketentuan shalat Idul Fitri di kawasan Covid-19

1. Jika umat Islam berada di kawasan Covid-19 yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah, shalat Idul Fitri dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushala, atau tempat lain.

2. Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar masuk orang), shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang/ masjid/ mushala/ tempat lain.

3. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang yang terdiri dari 1 orang imam dan 3 orang makmum.

4. Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah, harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top