Pendidikan

Disdik Purwakarta Mengeluarkan Edaran Penarikan Buku Kontroversi

PURWAKARTAPOST.CO.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta, langsung mengeluarkan surat edaran penarikan buku pelajaran IPS terbitan Yudistira yang banyak digunakan sejumlah sekolah dasar (SD).

Buku yang berisi konten kontroversial terkait penyebutan Yerusalem sebagai Ibukota Israel itu pun sempat mendapat respon publik secara luas.

Plt Kepala Disdik Kabupaten Purwakarta, Purwanto menyebutkan, buku IPS terbitan Yudistira yang digunakan sejumlah SD itu merupakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 cetakan 2009. Artinya buku tersebut sudah lolos dari Kementerian Pendidikan.

“Jadi yang bermasalah itu ada di kementerian bukan di sekolah sebagai pengguna. Mengapa buku dengan konten kontroversi itu harus lolos dari pengawasan,”ungkap Purwanto kepada awak media, Rabu (13/12/2017).

Surat edaran penarikan itu, kata dia, sudah dibuat tinggal didistribusikan ke sekolah-sekolah yang rencananya Kamis besok. Semua sekolah harus menarik dari semua pengguna buku IPS itu setelah menerima surat edaran disdik. Pihaknya pun menunggu respons pihak sekolah atas surat edaran itu.

Lebih lanjut dia menjelaskan, buku IPS terbitan Yudistira itu juga terkategori buku sekolah elektronik (BSE). Artinya, siapa pun bisa mengunduhnya melalui intetnet.

Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Manis Suhaeli, sejak pagi hingga siang tadi pihaknya mengumpulkan Kepala Sekolah (Kepsek) SD diwilayah Maniis terkait antisipasi atas beredarnya buku IPS kelas VI terbitan Yudistira yang berisi konten kontroversi. Mereka diminta segera mengecek halaman dari buku tersebut.

“kalau Disdik akan mengirimkan surat edaran, ya lebih baik sebagai penguat kami dalam melakukan langkah-langkah antisipatif. Tidak hanya buku itu yang kami periksa, melainkan buku terbitan lain pun akan dicek. Sejak menjadi viral kami sudah melangkah, salah satunya dengan mengumpulkan para kepsek agar menarik dulu buku pelajaran itu,” ujar Pak Ueng sapaan akrabnya.

Loading...
Click to comment
To Top