Politik

Simpang Siur Data, Bawaslu Purwakarta Ingatkan KPU Soal 5000 Pemilih Berpotensi Ganda

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Purwakarta, Oyang Este Binos

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Sedikitnya sebanyak 5000 data pemilih hasil pencermatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purwakarta ditemukan berpotensi ganda. Jumlah tersebut diperoleh dari hasil pencermatan dan turunan dari data KPU RI. KPU RI sendiri memerintahkan agar dilakukan pencermatan bersama antara KPU dan Bawaslu Kabupaten Purwakarta melalui Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang dilakukan dari tanggal 1-28 Oktober 2018.

Bawaslu Purwakarta telah melakukan pencermatan data pemilih berpotensi ganda antar desa dan kecamatan. Jumlah tersebut lebih banyak jika dibandingkan dengan daftar pemilih tetap (DPT) yang telah ditetapkan KPU kabupaten Purwakarta pada Agustus 2018. KPU Purwakarta sendiri menetapkan data pemilih ganda sebanyak 1.036 pemilih dari total DPT 666.972 pemilih. Hasilnya 496 pemilih dicoret karena terbukti ganda, sisanya dilakukan perbaikan elemen data. DPT berkurang menjadi 666.476.

baca juga: KPU Purwakarta Telah Menetapkan DPT Pileg dan Pilpres 2019

Jumlah pemilih ganda hasil pencermatan Bawaslu Purwakarta berbeda dengan hasil KPU, pasalnya Bawaslu menemukan sebanyak 1.364 orang dipastikan ganda. Namun jumlah pemilih ganda tersebut belum selesai karena pada saat yang sama KPU RI kembali mengeluarkan data pemilih yang berpotensi ganda hingga 5000 orang.

“Harus segera dituntaskan, kalau yang kita rekomendasikan hanya data potensi ganda antar desa dan kecamatan,” tutur Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Purwakarta, Oyang Este Binos, Jumat (12/10/2018).

Masalah lain yang juga belum selesai adalah soal data pemilih yang memenuhi syarat (MS) pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Kedua masalah itu diperoleh dari data pemilih pensiunan, pemilih pemula dan pemilih yang telah meninggal dunia.

“Ini yang harus dibersihkan,” tandasnya.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top