Ekonomi

Purwakarta Targetkan Perluasan 1000 Hektar Padi Organik di 6 Kecamamatan

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan menargetkan adanya penambahan luar areal persawahan padi organik di tahun ini.

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan menargetkan adanya penambahan luar areal persawahan padi organik di tahun ini. Jumlah luas area persawahan organik di Kabupaten Purwakarta saat ini mencapai 200 hektar yang tersebar di Kecamatan Pasawahan dan Kecamatan Pondoksalam.

“Ke depan, akan terus kita kembangkan. Bahkan, targetnya bisa mencapai 1.000 hektare,” ujar Agus, Kamis (11/10/2018).

Dari 17 kecamatan yang ada, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta menargetkan ada 6 kecamatan yang nanti memperluas areal persawahan padi organik. Keenam kecamatan tersebut yakni Kecamatan Pondoksalam, Pasawahan, Wanayasa, Kiarapedes, Bojong dan Kecamatan Darangdan.

Menurutnya di enam kecamatan tersebut sumber air sangat mudah didapat, di sisi lain air yang digunakan untuk pertanian bersumber dari titik-titik mata air perkebunan warga. Airnya bersih dari lombar dan residu yang selama ini menjadi kendala dalam pengembangan pertanian organik secara meluas di Purwakarta. Sehingga tidak salah bila enam kecamatan tersebut sangat cocok untuk menambah luar area tanaman padi organik.

“Jika ini berhasil dikembangkan, maka beras organik bisa jadi produk unggulan Purwakarta, apalagi harga nilai jualnya cukup tinggi,.” ujar Agus.

baca juga: Kisah Petani Organik yang Kemudian Dibantu Bupati Purwakarta

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, mengapresiasi langkah dari Dinas Pangan dan Pertanian dalam mengembangkan konsep pertanian organik. Menurut Mojang Purwakarta 1999 Pertanian organik ini, bisa diwujudkan bila kebutuhan untuk menunjangnya terpenuhi. Selain soal air, pupuk, benih padi, dan perlakuannya yang berbeda, perlu diperhatikan juga perlakuan pascapanennya.

“Untuk menghasilkan beras organik berkualitas tinggi, kita juga perlu memperhatikan perlakuan pascapanen. Salah satunya, soal tata cara menggiling gabah organiknya,” ujar Anne.

Anne beralasan, di Purwakarta belum tersedianya teknologi penggilingan padi berkualitas tinggi, perlu dirumuskan untuk memiliki penggilingan padi dengan teknologi tinggi.

“Jika mesin penggilingnya bagus, maka beras yang keluarnya juga berkualitas tinggi. Tidak patah-patah. Ini yang akan menambah poin plus bagi pengembangan beras organik,” ujar dia.

Untuk menunjang pengembangan yang digagas Dinas Pangan dan Pertanian, minimalnya ada lima penggilingan padi berkualitas tinggi. Pihaknya akan memanggil instansi tersebut, untuk membahas soal pengadaan penggilingan padi itu.

“Segera kita rumuskan, apalagi ini organik potensinya cukup besar minimal kita punya lima,” ungkapnya. (*)

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top