Purwakarta

Doa Keluarga Antarkan Yadi Mulyadi Sukses Bawa Timnas U -16 Juara AFF

Kakek dan nenek Yadi mulyadi sedang merapihkan padi hasil panen

PURWAKARTAPOST.CO.ID – Dibalik kesukseskan Yadi Mulyadi berhasil membawa timnas U16 Indonesia menjuarai piala AFF U-16, tidak terlepas dari dukungan pihak keluarga.

Setiap kali timnas bermain pihak keluarga senantiasa memanjatkan doa agar Yadi bersama teman-temannya berhasil.

Dukungan dan doa tersebut akhirnya membuahkan hasil saat timnas U-16, dibawah asuhan pelatih Fakhri Husaini sukses raih piala AFF setelah mengalahkan timnas Thailand U -16 lewat adu pinalti, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/08/18) malam.

“Saat timnas main saya selalu berdoa agar yadi bersama teman-temannya berhasil,” ujar Hambali (61), kakek Yadi Mulyadi saat ditemui dikediamannya, Minggu (12/8/2018).

Dia bercerita, setiap kali melihat Yadi bermain bersama timnas dirinya bangga. Bahkan air mata ini sulit dibendung saat melihat Yadi berseragam timnas.

“Kalau timnas main kita selalu nonton lewat televisi, kami sangat bangga sekali,” kata dia sambil melihat foto Yadi saat kecil.

Yadi tinggal bersama kakek dan neneknya, Yuyum (48) disebuah rumah semi permanen di Kampung Tegal Bihbul Rt11/03 Desa Liunggunung Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta sejak dia berusia 2 tahun, karena orang tuanya bekerja diluar negeri.

Yadi merupakan anak pemberani dan rajin. Tak jarang dia membantu meringankan pekerjaan kakek dan neneknya sebagai petani bahkan mengembala hewan ternak.

“Pulang sekolah Yadi suka ikut kesawah sambil mengembala kambing, sore harinya bermain bola bersama teman se usianya, memang fisiknya cukup kuat,” kata dia.

Ia mengatakan, sejak usia 5 tahun bakat Yadi sudah terlihat. Dia kerap menyalurkan hobinya itu dilapang bola tidak jauh dari rumah.

Setelah duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) Yadi diajak mengikuti pertandingan antar Kecamatan di Purwakarta. Setelah itu Yadi Bergabung bersama tim ASAD Purwakarta. Tidak lama kemudian Yadi terbang ke Brazil.

“Dulu Yadi sering ngomong kalau dia ingin menjadi pemain sepak bola profesional, sekarang dia sudah berhasil membawa timnas U-16 juara, semoga Yadi karirnya lancar dan berhasil bermain di eropa sesuai cita-citanya,” ujar dia.

Hobi Yadi bermain sepak bola sempat dilarang oleh Neneknya, Yuyum. Sebab Yadi kerap bermain sepak bola hingga adzan magrib tiba.

“Kalau pulang terlalu sore saya ingatkan, agar dia tetap mengikuti mengaji di mesjid, sekarang kami hanya bisa mendoakannya dari jauh, semoga Yadi sukses,” ujar Yuyum.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top