Politik

GP Ansor Purwakarta Dorong Parpol Bisa Cetak Pemimpin

PURWAKARTA – Seluruh partai politik di Purwakarta harus didorong untuk melakukan pengkaderan yang masiff. Tujuanya untuk mencetak generasi calon pemimpin di setiap oganisasi politik.

“Ini penting, sebab kondisinya sekarang partai politik cenderung ingin isntan. Memilih dan mencalonkan mereka-mereka yang memiliki brand pengusaha atau tokoh-tokoh tertentu dengan harapan mampu merauk suara yang banyak kemudian menang,” ungkap Awenk Wahyudin, Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Purwakarta, kemarin.

Partai politik di Purwakarta kata Awenk, harus getol melakukan kaderisasi untuk mencetak calon pemimpin dilingkungan organisasi politik masing-masing.

“Dengan begitu, masing-masing partai bakal memiliki calon pemimpin yang dianggap mampu untuk bersaing dalam setiap momentum kompetisi baik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg), serta mampu mengawal aspirasi masyarakat yang telah dicover di internal partai,” jelasnya, Jumat (12/8/2016).

Sebagai kawah candradimuka kata Awenk, partai politik harus terbiasa melakukan kaderisasi. Dengan begitu, partai tidak akan kelimpungan memilih dan menentukan kader yang akan diikut sertakan dalam setiap momentum pemilihan umum.

“Selain akan memunculkan calon-calon pemimpin, kaderisasi yang dilakukan sangat berpengaruh terhadap kepribadian kader itu sendiri. Jadi kalau kader terus dipupuk dan dibina, saya yakin tidak ada istilah kutu loncat atau pindah partai,” paparnya.

Sampai saat ini lanjut dia, sebagian partai politik masih memanfaatkan figur perorangan. Seperti ingin instan lajut Awenk, partai mencomot masyarakat yang memiliki brand pengusaha dan para tokoh, baik tokoh pemuda dan tokoh masyarakat untuk dicalonkan dalam setiap ajang kompetisi pemilu demi memperoleh suara sebanyak-banyaknya.

“Saat mereka menjadi pejabat, menjadi bupati/walikota atau menjadi anggota dewan, jangan salahkan mereka kalau tidak loyal terhadap partai. Dan ini justru syarat akan pembangkangan terhadap intruksi partai,” tegasnya.

Awenk menilai, partai politik yang juga memiliki kewajiban menampung aspirasi masyarakat dinilai bakal kerepotan. Aspirasi yang telah tercover oleh partai sangat berpeluang ‘diabaikan’ oleh mereka yang merasa dirinya duduk jadi pejabat publik karena usaha diri mereka sendiri. Ketidak loyalan kader instan ini syarat akan pembangkangan terhadap intruksi partai saat memperjuangkan apsirasi masyarakat.

“Dan jangan aneh kalau masyarakat hari ini merasa tidak terrangkul atau merasa aspirasinya tidak diperjuangkan oleh partai. Jelas ini berpeluang pada berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik, ini kan masalah,” pungkasnya.

Loading...
www.domainesia.com
Click to comment

Berita Populer

To Top