Opini

Peluang Dedi Mulyadi atau Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

Tulisan kali ini kami akan membahas prediksi dan peluang Dedi Mulyadi bila maju mencalonkan Pilgub Jabar 2018. Tentunya tidak sepenuhnya sesuai karena tulisan ini untuk menganalisa secara sederhana dari pengamatan kami.

Peluang Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018

Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Jabar. Dedi Mulyadi masuk dalam hasil survey rilisan dari INSTRAT dan mendapat tingkat elektabilitas ketiga setelah Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar. Meski berada diurutan ketiga Dedi Mulyadi telah mendapat konsensus ketertarikan masyarakat Jawa Barat akan ide gagasannya selama ini, tidak salah bila namanya masuk hasil survey INSTRAT. Data yang disajikan INSTRAT sebagai data awal gambaran ketertarikan publik kepada Dedi Mulyadi.

Setelah resmi menduduki jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi mendapat banyak peluang lebih memenangi Pilgub Jabar 2018. Hitung-hitungan itu dimulai dari dukungan penuh partai dan koalisi gemuk partai pengusung.

Tidak diragukan bahwa Partai Golkar memiliki suara yang terbilang stabil. Sebagai partai besar Golkar memiliki jejaring politik hingga desa melalui wakil-wakilnya yang duduk di DPRD tingkat satu dan DPRD tingkat dua. Potensi suara sudah ada dari internal partai. Tapi dalam politik sangat sulit bila partai berdiri sendiri tanpa dukungan partai lain, terlebih cakupan wilayah Jabar yang luas dengan populasi penduduk terbanyak di Indonesia.

Dedi Mulyadi akan memiliki banyak peluang menang bila mampu membangun koalisi besar dengan partai-partai lain. Tren kedekatan Partai Golkar dengan PDIP, Partai Hanura, Partai Nasdem, PKB, PPP, PAN memungkinkan terbangunnya koalisi besar. Tergantung bagaimana nanti lobi politiknya dan itikad untuk memasangkan dengan tokoh lain non partai yang mendapat popularitas tinggi dan dukungan partai

Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi saat mengunjungi warga Desa Rawa Gempol Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Karawang, Selasa (15/11/2016)

Dedi Mulyadi dikenal sebagai budayawan telah memiliki kiprah tidak saja di Purwakarta melainkan bagi masyarakat Jawa Barat. Genre budaya yang diusung membuat ide-idenya mudah diterima oleh sebagian besar masyarakat Jawa Barat, tapi pada sisi tertentu Dedi mesti memperhatikan potensi kelompok lain yang bertentangan dengan konsep budaya yang diusungnya.

Tingkat popularitas yang tinggi Dedi Mulyadi diperoleh dari kegiatan sosialisasi pembangunan di Purwakarta, sering muncul di televisi dan media dan kedekatan dengan jejaring budayawan di daerah. Ini menjadi poin tambah bagi Dedi Mulyadi untuk memenangi Pilgub Jabar dengan tetap menjaga zona suara dan sambil ekspansi simpati publik luas baik di kota maupun di desa.

Poin lebih Dedi Mulyadi selain posisi ketua partai adalah budayawan, dan peduli masyarakat kecil. Ini yang menjadi daya jual ide yang dibawa Dedi diterima masyarakat luas karena sikapnya kepada masyarakat kecil yang sangat peduli. Kegiatan Safari Budaya yang sudah berjalan menjadi poin tambahan lain namanya banyak dikenal masyarakat di desa-desa. Cerita dari mulut ke mulut mempengaruh dukungan suara bagi Dedi Mulyadi. Sementara itu masyarakat kota diperoleh dari aktif di media sosial dan media masa sebagai standar membuzer popularitas di tengah hegemoni demografi masyarakat kota.

Kemungkinan pertama

Pertama, Pilgub Jabar 2018 diikuti dua pasangan calon maka peluang yang akan diperoleh adalah koalisi besar dan membutuk kutub suara selatan dan utara Jabar. Pada posisi ini Dedi Mulyadi memiliki kans untuk mempengaruhi zona suara daerah melalui partai Golkar dan partai pengusung lainnya. Potensi dan prediksi kemenangan suara Dedi Mulyadi sebesar 65:35.
Prediksi ini dipengaruhi dari demografi yang lebih banyak diperoleh oleh Dedi Mulyadi dari masyarakat desa, dan sebagian masyarakat kota. Demografi didominasi masyarakat usia 25-60 tahun, pendidikan SD-Perguruan Tinggi, masyarakat desa dan sebagian masyarakat kota, sebagian kaum terpelajar, petani, nelayan, birokrasi, dan golongan budayawan.

Kemungkinan kedua

Kedua, Pilgub Jabar 2018 diikuti tiga pasangan calon maka peluang Dedi Mulyadi memenangi suara sangat dipengaruhi dari faktor luar seperti partai politik dan pasangan calon yang disandingkan maju bersama. Karena ada tiga pasangan calon maka suara akan terpecah, menjaga kantong suara yang ada dan menarik simpati kantong suara pasangan lain sangat mungkin dilakukan melalui jalur partai dan golongan. Dedi Mulyadi memiliki potensi itu lewat partai politik.
Sementara faktor yang juga menentukan adalah pasangan yang menjadi pendampingnya. Sangat dimungkinkan menang bila Dedi Mulyadi mampu menggandeng artis yang memiliki popularitas tinggi sebagai wakil. Ini sebagai alternatif kebuntuan perebutan suara menjadi tiga, karena pilihan terakhirnya adalah masyarakat melihat wakilnya siapa. Sejauh ini pasangan wakil dari kalangan artis untuk daerah Jabar masih mendapat perhatian warga Jabar seperti dalam dua Pilgub Jabar sebelumnya.

Peluang kemenangan suara Dedi Mulyadi bila menyimpulkan dari analisa tersebut maka Dedi Mulyadi dimungkinkan meraih suara 35-45 persen dari dua pasangan calon lainnya.

Demikian tulisan kami tentang Peluang Dedi Mulyadi untuk Pilgub Jabar 2018. Demikian semoga menjadi referensi dan menambah wawasan pembaca.

 

Peluang Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

Tulisan ini hanyalah prediksi-prediksi semata sehingga bisa dikatakan tidak sepenuhnya benar bisa terjadi, namun kami mencoba menganalisa kemungkinan peluang tokoh di Pilgub Jabar 2018.
Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung yang belakangan namanya sering disebut-sebut akan maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Ridwan Kamil memiliki popularitas dan elektabilitas yang mumpuni untuk maju di Pilgub Jabar 2018, namun peluang itu tetap akan dipengaruhi kemungkinan lain dalam politik.

Tidak ada yang salah dengan keputusan Ridwan Kamil maju mencalonkan diri pada Pilgub Jabar 2018, hanya saja sebelum benar-benar memutuskan Ridwan Kamil mesti melihat peluang dari partai politik, tren publik, lawan politik dan tim kerja.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil

Hasil survey INSTRAT bisa masuk sebagai data dasar bagi Ridwan Kamil untuk maju di Pilgub Jabar 2018. Pasalnya dalam survey INSTRAT Ridwan Kamil meraih tingkat elektabilitas yang paling tinggi dibanding tokoh lain seperti Deddy Mizwar atau Dedi Mulyadi. Hasil survey ini secara tidak langsung memberi gambaran ketertarikan publik kepada Ridwan Kamil lebih tinggi dibanding tokoh lain. Tidak saja mendapat simpati tingkat elektabilitas yang baik Ridwan Kamil dinilai memiliki citra positif membangun Kota Bandung. Poin-poin ini kemudian menjadi nilai tambah bagi Ridwan Kamil untuk maju mencalonkan di Pilgub Jabar 2018 nanti.

Partai Politik, selain memiliki tingkat elektabilitas yang baik Ridwan Kamil mendapat simpati pimpinan partai politik. Seperti diketahu belakangan ini Ridwan Kamil mendapat simpati Ketua Umum PDIP saat dia menghadiri acara partai itu. Tidak saja PDIP, Ridwan Kamil juga memiliki kedekatan kuat dengan Partai Gerindra. Partai Gerindra yang semula mengundukung Ridwan Kamil pada pencalonan Pilkada Wali Kota Bandung memiliki peran penting track record Ridwan Kamil dalam politik. Tentunya Partai Gerindra tidak akan meninggalkan kader yang pernah diusungnya dilepas begitu saja, Gerindra mungkin akan mengusung kembali Ridwan Kamil.

Kemungkinan pertama

Pertama, Pilgub Jabar 2018 diikuti dua pasangan calon dengan koalisi gemuk, maka peluang kemenangan suara yang akan diperoleh Ridwan Kamil untuk Pilgub Jabar 2018 adalah 60:40 persen.

Perolehan suara lebih Ridwan Kamil banyak diperoleh dari kantong suara pemilih di kota. Sementara suara di tingkat desa Ridwan Kamil diprediksi tidak mendapat banyak suara lebih dibanding calon lain.

Demografi suara untuk Ridwan Kamil didominasi oleh pemilih dengan latar belakang pendidikan SMA-Perguruan Tinggi, masyarakat ekonomi menengah ke atas, masyarakat kota non pertanian, birokrasi dan simpatisan klub sepakbola, penduduk usia 20-50 tahun.

Kemungkinan kedua

Kedua, Pilgub Jabar 2018 diikuti tiga pasangan calon maka peluang yang juga didapat Ridwan Kamil adalah mendapat lebih kesempatan menjaga kantong-kantong suara yang ada dan menambah dukungan dari masyarakat kota. Karena tiga pasangan maka perebutan suara zona pemenangan terbagi-bagi pada opsi tokoh masyarakat daerah yang memiliki jaringan kedekatan dengan calon. Pada posisi ini peluang perolehan suara Ridwan Kamil akan mendapat 35-40 persen dari pasangan calon lainnya.
Demografi didominasi masyarakat pemilih pemula, pemuda, kaum terpelajar, masyarakat kota, masyarakat ekonomi menengah-atas dan masyarakat non pertanian.

Prediksi Peluang Ridwan Kamil untuk Pilgub Jabar 2018 tidak terlepas dari pengaruh politik dari luar, semisal Pilkada DKI Jakarta 2017 dan dukungan tokoh politik pada tingkat nasional. Demikian tulisan kami kali ini, semoga menambah wawasan bagi pembaca.

 

Penulis : Saefudin Sei | Pimpinan Redaksi Purwakarta Post

Loading...
www.domainesia.com
Click to comment

Berita Populer

To Top