Kesehatan

Dinas kesehatan Purwakarta Sebar Petugas Ke Desa-Desa

Suntik difteri disalah satu SD di kecamatan Tegalwaru.

PURWAKARTAPOST.CO.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, telah menyebar puluhan petugas ke desa-desa untuk melakukan vaksinasi difteri secara massal, Senin (12/12/2017).

Upaya ini dilakukan, guna menekan penyebaran wabah penyakit mematikan itu.

Mengingat, wilayah ini pernah memiliki riwayat penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebcterium itu. Adapun yang menjadi sasaran dalam program ini, yakni 310 ribu anak dan balita yang tersebar di 17 kecamatan yang ada.

Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Eva Lystia Dewi, mengatakan, di hari pertama ini ada 13 desa di lima kecamatan yang menggelar‎ vaksinasi difteri secara serentak. Imunisasi difteri ini, merupakan program out break response immunitation (ORI).

“Di program ORI hari pertama ini ada lima puskesmas yang menyelenggarakan imunisasi serentak. Hari ini, kita menerjunkan minimalnya dua bidan/petugas kesehatan di setiap posyandu untuk mengimunisasi balita‎,” ujar Eva melalui selulernya.

Adapun lima puskesmas tersebut, kata dia, masing-masing Puskesmas Tegalwaru, Puskesmas Pasawahan, Puskesmas Pondoksalam, Puskesmas Maracang dan Puskesmas Jatiluhur. Dari lima puskesmas itu, para bidan dan petugas kesehatan lainnya menyebar di 13 desa dan posyandu.

Eva menjelaskan, ‎program ORI untuk difteri ini diluar jadwal reguler imunisasi. Menyusul dengan masih ditemukannya kasus difteri di wilayah Purwakarta. Apalagi, selama 2017 ini ada 29 kasus difteri yang terdata. Dari 29 kasus ini, seorang warga dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar corynebacterium diphteriae.

Makanya, sebagai antisipasi sekaligus upaya pencegahan, dinasnya menggelar Imunisasi difteri ini, akan menyasar anak usia 1-19 tahun. Jumlahnya diprediksi mencapai 310 ribu. Untuk ORI pada pekan pertama ini, sasarannya masih balita. Karena itu, orang tua yang memiliki balita bisa diimunisasi di posyandu dan puskesmas.‎

“Hari ini untuk balita. Kalau anak-anak sekolah, masih disusun jadwalnya,” kata dia menambahkan.

‎Adapun ‎310 ribu sasaran itu, sambung dia, mencakup 71 ribu anak usia satu sampai 15 tahun. Lalu, 35 ribu anak usia lima sampai tujuh tahun. Kemudian anak dengan kategori tujuh sampai 19 tahun, jumlahnya 203 ribu. ORI ini akan dilaksanakan sebanyak tiga kali putaran. Dengan interval, nol, satu bulan berikutnya, dan enam bulan berikutnya.‎‎

Loading...
Click to comment
To Top