Purwakarta

Polres Purwakarta Amankan 360 Liter Bahan Tuak Nira di Kecamatan Bojong

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Kepolisian Resort Purwakarta mengamankan 360 liter bahan tuak pohon nira yang dimiliki warga di tiga rumah Desa Pawenang Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta pada Jumat (10/5/2019) malam.

Penemuan ratusan liter bahan tuak ini diperoleh dari adanya informasi bahwa di Desa Pawenang ada beberapa warganya yang sehari-hari menyadap air nira atau aren.

Atas laporan itu Kapolsek Bojong, Iptu Seguh Sujito lalu melakukan pengecekan ke lokasi yang dilaporkan. Setibanya di lokasi jajaran petugas Polsek Bojong menemukan dua drum besar dan empat jirigen berisi tuak nira.

Atas temuan itu Kapolsek Bojong berkoordinasi dengan Satuan Resere Narkoba Polres Purwakarta dan melakukan penggerebekan ke tiga lokasi laporan.

Rumah yang pertama digerebek yaitu rumah milik SUL di Kampung Sumbersari RT 010 RW 003 Desa Pawenang, dari rumah SUL polisi menemukan 150 liter tuak.

Rumah kedua yang juga digerebek ialah rumah milik SAE warga RT 008 RW 003, polisi berhasil menyita 60 liter tuak.

Rumah ketiga ialah milik AC di Kampung RT 007 RW 006 dari desa yang sama, polisi mengamankan sebanyak 150 liter tuak nira.

baca juga : Semalam Tim Gabungan Polres Purwakarta dan Sub Denpom III Sita 60 Botol Miras Berbagai Merek

“Perlu kami informasikan, warga ini benar menyadap nira setelah mendapatkan pesanan dari seseorang. Namun mereka tak menyadari jika nira tersebut akan diolah menjadi miras,” kata Ipu Teguh.

Iptu Teguh menyebut bahwa warga di desa tersebut tidak mengetahui jika air nira yang mereka sadap digunakan untuk membuat tuak berbahan dasar air nira.

“Tugas mereka ini sebenarnya hanya menyadap nira, kemudian oleh si pemesan, nira yang sudah terkumpul ditambahkan beberapa bahan sehingga berfermentasi menjadi tuak. Ini yang tidak diketahui warga,” ujarnya.

Guna menghindari hal serupa Polsek Bojong akan menggelar pembinaan kepada masyarakat untuk tidak melakukan jual beli air nira yang berpotensi mejadi bahan dasar tuak.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top