Opini

Alternatif Jalan Pulang Mahasiswa melalui Organisasi Daerah

Menjadi mahasiswa merupakan suatu anugerah dan kebanggaan tersendiri. Karena tidak sedikit dari pemuda yang berkesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi mahasiswa. Pun demikian, menjadi mahasiswa bukan perkara mudah. Karena pada hakikatnya mahasiswa memiliki tuntunan yang sangat berat, yaitu Social of control and agent of change.

Mahasiswa, di samping sebagai pelajar di bangku kuliah, juga mempunyai peran penting dalam menjaga atau mengawal kearifan lokal maupun nasional terhadap eksistensi suatu bangsa dan negara.

Mahasiswa adalah orang atau pemuda yang sedang mempunyai ikatan dengan perguruan tinggi dan berstatus sebagai pelajar. Sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa, apa tujuan hidup sebagai mahasiswa?

Mahasiswa merupakan Social control and agent of change. Pada hakikatnya, mahasiswa selaku agen perubahan mempunyai peran penting dalam mengawal maju mundurnya suatu bangsa dan negara, wabilkhhusus daerah tempat tinggal atau asal mereka.

Kenapa dikhususkan pada wilayah mereka? Karena khittoh sebagai mahasiswa, misi pertama membuat perubahan di daerahnya.

Terdapat beberapa jenis sebutan tentang mahasiswa, mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), mahasiswa kubis (kuliah bisnis), kutu kuprek (kuliah tugas dan kuliah praktek). Bagi mahasiswa, ini tidak cukup dengan sebutan tersebut dan bisa dikatakan tidak cocok selaku mahasiswa Social control and agent of change.

Tri dharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat) sangat cukup kiranya sebagai pedoman mahasiswa dalam kehidupannya sebagai mahasiswa. Di perguruan tinggi, para dosen mempunyai tanggung jawab penuh dalam mencetak para intelek yang sesuai kebutuhan bangsa dan negara.

Sangat tidak etis kiranya jika para dosen hanya mengutamakan kepentingannya saja. Peran dosen adalah mempersiapkan mahasiswa untuk peka terhadap kejadian-kejadian sosial dan mengajarkan bagaimana memberi solusi dan antisipasi. Karena idealnya, mahasiswa dianggap paling paham atau paling mengerti terhadap apa yang harus dilakukan (solusi) ketika terjadi masalah terhadap keadaan yang menimpa dan ditimpa di kalangan masyarakat kita tidak hanya mengeritik akan tetapi kita juga harus memberikan solusi atau gagasan.

Orda (Organisasi Daerah) merupakan organisasi yang strategis bagi mahasiswa .

Kenapa strategis? Orda berperan penting terhadap mahasiswa dan daerah (dari mana asal mahasiswa). Dalam orda, mahasiswa diberi sepenuhnya tentang kebutuhannya. Sebagai mahasiswa, tentu sangat haus akan pendidikan dan pengetahuan terhadap kondisi sebelum dan sesudahnya yang terjadi (agent of social control) dan mahasiswa membawa perubahan (agent of change) tentu membutuhkan proses yang terus menerus, baik di kampus ataupun di luar kampus.

Baca juga :  Manuver Nusron Wahid

Tidak jarang orda mengadakan semacam forum diskusi untuk para anggota atau mahasiswa pada umumnya. Lain halnya yang terkadang mengadakan forum silaturahim antara para mahasiswa diberbagai kampus. Karena sebagai orda, seharusnya memang menyediakan apa yang dibutuhkan anggotanya.

Tidak jarang mahasiswa kesulitan membawa nama Mahasiswa atau menerima gelar sarjananya. Kesulitan ini muncul bukan karena tugas makalah, observasi, skripsi, tesis, atau beberapa teori yang masih atau belum terselesaikan, melainkan para mahasiswa disibukkan pada arah jalan pulang mereka.

Ke mana para mahasiswa harus pulang? Dari mana para mahasiswa harus pulang? Seperti apa bentuk mereka dalam keadaan pulang? Di mana rumah mereka selanjutnya?

Semua dari pertanyaan di atas tidak cukup dengan membawa atau mengatakan: “saya sarjana atau saya mahasiswa”, melainkan harus membawa wajah baru (profesi baru), seperti halnya jadi pengusaha atau aktivis yang bergerak di bidang politik dan yang lainya, atau bisa disimpulkan dengan behasa jejaring selaku mahasiswa yang mengedepankan hidup enak dan membawa title baru selain sarjana terhadap orangtua dan daerahnya.

Di samping itu, mahasiswa selaku mahluk khalifah di dunia ini perlu juga diingat bahwa tidak semua yang diinginkan atau tidak semua proses terbilang sukses. Maka dari itu, orda yang merupakan organisasi daerah yang mengayomi semua mahasiswa dalam satu daerah menjadi jawaban alternatif bagi mahasiswa yang sangat berperan/berjasa penting bagi mahaiswa.

Orda yang selaku pengayomi bagi semua anggota dan termasuk rumah asli mereka. Yang jelas, para mahasiswa dengan pengalaman penting dan dianggap paling mengerti terhadap keadaan daerahnya pastilah bisa membangun daerah tersebut dengan lebih baik dan menjadikan oleh-oleh pada orangtua termasuk daerah. Bahwa dialah mahasiswa seutuhnya.

Orda merupakan rumah bagi mahasiswa, terutama bagi mahasiswa perantau. Karena dari organisasi ini, dalam satu daerah, semua berkumpul.

Baca juga :  Terorisme dan Politik.

Selain itu, orda juga merupakan suatu identitas mahasiswa yang utuh. Karena dalam organda ini, semua yang terdapat di daerah akan tetap mengental dalam diri mahasiswa, sehingga tak heran jika terdapat beberapa mahasiswa yang sering memperkenalkan budaya, adat dan yang lainnya guna memperkenalkan pada dunia bahwa mereka mempunyai keunikan atau keindahan di daerahnya. Dengan membanggakan diri dan mempertahankan nilai-nilai yang seharusnya tetap dipertahankan, mengembangkan, dan menjadi kebanggaan daerah dan orda.

Di kalangan mahasiswa (wilayah kampus), orda selaku organisasi daerah tidak terlalu eksis dan aktif. Hanya saja, yang namanya organisasi daerah tetap saja mahasiswa daerah mempunyai ikatan dan secara otomatis adalah anggota, meski mahasiswa tidak selalu aktif dan bahkan tidak pernah hadir dalam acaranya (yang diadakan orda).

Orda bisa dikatakan kalah eksis pada organisasi yang lain, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan lain sebagainya. Hal ini tidak menutup kemungkinan terjadi.

Karena patut diakui memang, eksisnya organisasi ekstra kampus tersebut ketimbang orda di kalangan para mahasiswa, pandangan salah satu sisi bahwa orda, merupakan organisasi daerah yang dikhususkan semua anggota berasal dari satu daerah. Sedangkan di organisasi ekstra kampus, semua sama, tidak memandang dari wilayah mana. Bahkan mahasiswa luar negeri pun, bisa ikut gabung.

Secara struktural dalam organisasi, berarti mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berati tidak secara otomatis semua atau siapa pun yang mempunyai kenginan (berproses) masuk pada organisasi tersebut diperbolehkan, melainkan harus sesuai aturan organisasi (AD/ART). Dari segi organisasi kultural adalah kebalikan dari struktural (organisasi tanpa AD/ART).

Dari dua pembagian tersebut, mahasiswa selaku agent of change and agent of social control tentu bisa memperbaiki hal yang sekiranya lebih baik ke depannya. Dengan memasukkan atau me-review aturan baru demi kemaslahatan organisasi dan tidak mencegat proses suatu kaum (mahasiswa) “khoirunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat pada manusia)”.

Ahmad Syarifudin Ketua Ikatan Mahasiswa Karawang (IMAKA) Cabang Purwakarta dikutif dari diskusi bersama Auliya Awaluddin Presiden Ikatan Mahasiswa Karawang (IMAKA).

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top