Politik

Burhan Fuad Dukung Anne-Aming, Serukan Kondusivitas Pilkada Purwakarta

seorang pengguna jalan tengah melintas di antara sepanduk pasangan calon anne-aming

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Tokoh masyarakat Purwakarta, Letkol (Purn) Burhan Fuad melabuhkan dukungan kepada pasangan Anne-Aming di Pilkada Purwakarta. Langkah politiknya tersebut memiliki sejumlah latar belakang, diantaranya demi kemajuan Purwakarta.

Sosok yang pernah dua kali mengikuti Pilkada Purwakarta tersebut menegaskan Anne-Aming memiliki komitmen terhadap kemajuan daerah. Hal ini terlihat dari visi dan misi pasangan calon yang diusung oleh gabungan 6 partai politik tersebut.

“Saya melihat visi, misi dan program Anne-Aming. Dari situ saya melihat banyak celah yang bisa kita maksimalkan demi kemajuan Purwakarta. Saya yakin, Purwakarta menjadi lebih maju,” katanya di kediamannya, Jalan Suryadiredja, Selasa (10/4/2018).

Menurut Burhan, irisan program kesejahteraan yang dinisiasi oleh mantan Bupati Purwakarta dua periode, Dedi Mulyadi banyak terdapat dalam program Anne-Aming. Celah ini, kata dia dapat menciptakan kesinambungan pembangunan. Sehingga, tata kelola pembangunan bersifat sistemik, bukan sporadis.

Dia mengaku khawatir, terdapat missing link kesinambungan langkah Pemkab Purwakarta jika bukan Anne-Aming yang terpilih.

“Biasanya ganti pemimpin ganti program, arah pembangunan pun berganti. Saya kira, program bagus harus diteruskan, agar pembangunan berkesinambungan. Saya tegaskan sekali lagi, ini demi kesejahteraan dan kemajuan Purwakarta,” ujarnya.

Pelihara Situasi Kondusif

Lulusan Akademi Militer 1986 tersebut juga menekankan pentingnya stabilitas dan kondusivitas di tengah masyarakat. Pilkada, menurut dia, tidak boleh menimbulkan kegaduhan dan disintegrasi masyarakat.

“Pergantian kepemimpinan harus dilihat sebagai pesta demokrasi. Jadi, enjoy saja. Masyarakat tidak boleh pecah. Kita harus memberikan contoh agar demokrasi kita berkualitas,” ungkapnya.

Tensi tinggi, lanjut dia, memang kerap mewarnai momen politik di berbagai tempat. Karena itu dia mengingatkan tiga variabel penting yang harus dipenuhi oleh seluruh stakeholder politik. Tidak hanya pasangan calon, melainkan juga pemilih dan penyelenggara pemilu.

“Demokrasi kita harus berintegritas, penuh nilai moral. Kemudian, partisipasi publik harus tinggi dan harus ada kepastian hukum. Saya kira semua pihak menginginkan ini terwujud di Purwakarta,” pungkasnya.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top