Nasional

BNPT: Cara Kang Dedi Acuan Kami di Tingkat Nasional

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Republik Indonesia mengapresiasi program pembinaan mantan narapidana teroris yang dilakukan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Tidak salah bila BNPT meminta bantuan Kang Dedi untuk membantu tugas BNPT membina mantan napi teroris.

Pendekatan humanis yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, terhadap mantan terpidana kasus terorisme Agus Marshal mendapat sorotan BNPT. BNPT kemudian meminta dan memberi tugas baru kepada Kang Dedi menangani 56 eks terpidana kasus terorisme. Tugas ini diembankan oleh BNPT kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan merujuk pada Perpres No 46 Tahun 2010 tentang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

“Apa yang dilakukan oleh Kang Dedi di Purwakarta ini sesuai dengan agenda kami di BNPT. Rencananya, 56 eks terpidana kasus terorisme akan dibimbing oleh Kang Dedi agar bisa seperti Agus Marsal,” kata Irfan Idris, selaku Direktur Deradikalisasi pada BNPT hari ini Jum’at (10/3/2017) usai mengisi materi Sekolah Ideologi di Bale Maya Datar, Jalan Gandanegara No 25 Purwakarta.

Irfan menambahkan, cara Dedi dalam melakukan deradikalisasi memang unik, ia tidak sekedar masuk secara kelembagaan melainkan membangun kedekatan emosional dengan eks terpidana kasus terorisme dalam hal ini, Agus Marsal.

“Cara Kang Dedi ini acuan bagi kami di tingkat nasional. Pendekatan beliau unik, menggunakan pendekatan emosional,” katanya menambahkan.

Terkait tugas barunya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh BNPT. Ia berujar, hal penting yang harus dilakukan kepada eks terpidana terorisme adalah recovery ideologi.

“Setelah ideologinya kita recovery, tahapan lanjutan adalah memberinya aktifitas keseharian. Saya sendiri cenderung ingin memberi mereka lahan pertanian, agar mereka tenang mengolah lahan,” ungkap Dedi.

Untuk penanganan Agus Marsal, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memberikannya tugas sebagai pemateri tetap di Sekolah Ideologi Purwakarta. Selain itu, ia kini juga berstatus sebagai pengawas kebersihan di Jalan Sadang – Cikopo dengan honor sebesar Rp2 Juta per bulan.

Kang Dedi bicara solusi terorisme

Pendekatan personal selama ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam menangani eks terpidana kasus terorisme. Seperti halnya dilakukan terhadap Agus Marshal (45) warga yang pernah terlibat dalam Jaringan Ansharu al-Daulah.

Agus Marshal mantan narapidana terorisme saat mengisi materi deradikalisasi di Sekolah Ideologi, Bale Maya Datar Pemkab Purwakarta, Jumat (10/3/2017)

Pria asal Jakarta yang kini bermukim di Desa Cibening, Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta itu sempat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang akibat vonis pengadilan atas tindak pidana perampokan di Kali Asin, Cikampek untuk pendanaan aksi terorisme.

“Pendekatan yang kami bangun itu pendekatan personal, kami menciptakan ikatan emosional sehingga akar permasalahannya kita identifikasi. Hasilnya, boleh dilihat Kang Agus dulu dan Kang Agus sekarang,” kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Rabu (8/3/2017) di rumah dinasnya Jalan Gandanegara No 25 Purwakarta.

Pria yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda itu pun mengaku siap jika diminta oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT untuk melakukan kerjasama dalam penanganan para eks terpidana kasus terorisme.

“Sebagai anak bangsa saya siap, kita cari solusi bersama, formulanya kita tentukan bersama dalam menangani orang-orang seperti Kang Agus,” katanya menambahkan.

Deradikalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta selama ini memang didominasi oleh program pencegahan, diantaranya Sekolah Ideologi yang didalamnya berisi tentang pendalaman ideologi Pancasila dan penanaman kultur kebangsaan.

Selain itu, program pendalaman kitab Agama berdasarkan Agama yang dianut oleh para pelajar pun sudah dilakukan sejak Desember 2016 lalu. Khusus untuk pelajar Muslim, ditambah dengan pendalaman kitab kuning yang berisi tentang pendapat-pendapat para ulama yang berkembang atas sebuah kajian tematik ibadah ritual maupun sosial.

Click to comment

Berita Populer

To Top