News

Dedi Mulyadi Ubah Nasib Nenek Usia 75 Tahun di Acara Safari Budaya

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Nasib Mak Anti (75) dipastikan berubah usah bertemu dengan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dia membeberkan keluh kesahnya kepada mantan Bupati Purwakarta itu dalam kegiatan safari budaya.

Kegiatan itu digelar tak jauh dari kediaman Mak Anti. Yakni, di Kelurahan Tanjung Pura, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Minggu (8/7/2018) malam hingga dini hari.

“Emak dulu juru kawih, sering manggung sama suami emak, keliling Jawa Barat bareng Dalang Cecep. Suami emak penabuh gong, tapi sudah lama meninggal. Jadi, emak harus berusaha sendiri,” kata Mak Anti.

Menurut Mak Anti, suaminya, Rohana merupakan seorang penabuh gong andal. Dia meninggal akibat menderita sakit sebelumnya. Akibatnya, nenek itu harus berjibaku menjadi tulang punggung keluarga, membesarkan depalan orang anak.

Berjualan nasi bungkus menjadi profesinya sehari-hari. Kini, dari delapan anak itu, hanya tiga anaknya yang masih tinggal segubuk dengannya. Kegetiran muncul karena di dalam gubuk tersebut mereka harus tidur berdesak-desakan.

“Gubuknya di pinggir sungai dekat sini. Anak emak bareng-bareng tinggal sama anak dan istrinya di gubuk emak. Ada tiga keluarga, karena sisanya sudah bisa sendiri,” ujarnya.

Keharuan tampak di wajah keriput Mak Anti usai menerima bantuan perbaikan rumah dan modal usaha. Dedi Mulyadi menginisiasi bantuan tersebut dan diikuti kolega dan warga yang hadir dalam acara itu.

“Mak, ini ada hasil udunan saya dan teman-teman. Uang ini bisa emak pergunakan memperbaiki rumah. Sisanya emak bisa pakai untuk usaha,” kata Dedi.

Terus Berkeliling Jawa Barat

Menurut Dedi Mulyadi, panggung safari budaya yang dia gelar bersama karavan seninya akan terus berkeliling Jawa Barat. Sejak pertama kali ditampilkan pada Tahun 2003 di Purwakarta, panggung tersebut selalu bersih dari unsur politik.

Kader Nahdlatul Ulama itu menginginkan terjadi perubahan kehidupan rakyat Jawa Barat melalui panggung tersebut. Satu malam harus melahirkan satu perbaikan taraf hidup sebuah keluarga.

“Ini panggung kemanusiaan, tempat kita membantu sesama. Tidak ada kaitan dengan politik. Saya sudah mengikrarkan diri agar hidup saya melahirkan manfaat bagi orang banyak. Harus ada satu keluarga yang berubah nasibnya dalam satu kegiatan,” ucapnya.

Click to comment

Berita Populer

To Top