Politik

Panwaslu Purwakarta: Bagaimana Hukum Sholat Jumat Pakai Kaos Kampanye?

Ilustrasi sholat jumat

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Purwakarta melarang kampanye di dalam mesjid.

Peraturan KPU No. 4 Tahun 2017, Pasal 68 tentang Larangan dan Sanksi, huruf ( j ) disebutkan: dalam kampanye dilarang menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan.

Panwaslu Purwakarta memastikan larangan berkampanye di tempat ibadah memiliki makna luas.

Makna luas itu ditekankan pada arti kata “kampanye”.

Ketua Panwaslu Purwakarta, Oyang Este Binos mengatakan larangan kampanye bisa dalam bentuk ajakan memilih, hingga memasang alat peraga kampanye.

Tidak saja itu, Panwaslu Purwakarta juga melarang paslon atau tim sukses paslon mengenakan secara sengaja kampanye non verbal di dalam mesjid.

Kampanye non verbal itu bisa dalam bentuk kaos/pakaian yang bertuliskan ajakan memilih pasangan calon atau alat peraga kampanye (APK) di dalam mesjid.

Lalu bagaimana hukumnya seseorang sholat Jumat mengenakan kaos kampanye bertuliskan ajakan memilih. Apakah sah secara fiqih atau malah dilarang oleh negara.

“Kalau soal hukum haram atau tidaknya sholat pakai kaos kampanye itu yang layak menjawab MUI. Tapi pastinya Panwaslu melarang paslon atau tim paslon kampanye di mesjid,” papar Oyang Este Binos, Jumat (9/3/2018).

Maksud kata kampanye itu menurut Ketua Panwaslu ialah ajakan kepada masyarakat untuk memilih baik verbal maupun nonverbal. Verbal melalui ajakan langsung memilih secara lisan, sementara nonverbal bisa seperti alat kampanye dalam kaos.

“Jadi kalau ada tim paslon sholat pakai kaos kampanye itu harus diketahui apakah disengaja atau tidak. Artinya kalau disengaja niat kampanye dengan pakai kaos kampanye maka itu dilarang, tapi kalau tidak disengaja maka sah-sah saja,” paparnya.

Tidak disengaja yang dimaksud Ketua Panwaslu adalah bila tim paslon tidak memiliki pakaian lain untuk sholat.

“Kalau tidak ada pakaian lain masa sholat tidak pakai baju. Artinya kalau darurat tidak ada pakaian lain boleh saja,” timpalnya.

Penggunaan kaos kampanye untuk sholat seacara fiqih bisa saja diperbolehkan akan tetapi sangat dilarang bila digunakan untuk kampanye di mesjid.

Karenannya tidak salah bila Panwaslu Purwakarta menekankan agar paslon atau tim paslon tidak berkampanye di dalam tempat ibadah. Pasalnya selain dilarang juga berimbas pada penguatan nilai sosial keagamaan di masyarakat.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top