Purwakarta

FHI Purwakarta Minta Menpan RB Cabut Batal Angkat CPNS 2016

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Koordinator daerah Forum Honorer Indonesia (FHI) Purwakarta meminta agar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) mencabut pembatalan pengangkatan calon pegawai negeri sipil 2016 hingga 2019. Melalui surat nomor: 15/FHI-Pusat/I/2016 tanggal 29 Januari 2016 lalu FHI menyampaikan tuntutan agar pegawai kategori 2 dapat masuk daftar antrian pengangkatan PNS.

Beberapa poin penting usulan FHI, mendesak Menpan RB menarik kembali pernyata dan keputusan pada rapat kerja di Komisi II DPR RI tanggal 20 Januari 2016 perihal pembatalan pengangkatan tenaga honorer eks kategori 2. Dan memohon kepada Presiden RI untuk mengeluar diskresi (keputusan presisen)  mengenai pengangkatan secara otomatis eks K2 menjadi CPNS seperti yang telah dijanjikan Menpan RB yang sedianya dimulai dari tahun 2016 sampai tahun 2019.

Koordinator daerah FHI Purwakarta, Jawa Barat, Warno Purwangela menyampaikan FHI Purwakarta mendukung sepenuhnya hasil kesepakatan keputusan antara Komisi II dengan Menpan RB yang semula menjanjikan pengangkatan PNS bertahap.

“Dan mendukung hasil kesepakatan dan keputusan antara Komisi II DPR RI dengan Menpar RB beberapa waktu lalu terkait penyelesaian tenaga honorer eks kategori 2 menjadi PNS (ASN) secara bertahap tahun 2016-2019,” jelas Warno Rabu (10/2/2016) di Purwakarta.

Lebih jelasnya Warno menuturkan hingga kini ada sekitar 1000 pegawai K2 di Purwakarta yang nasibnya belum jelas. Padahal mereka sebelumnya dijanjikan pengangkatan bertahap sejak tahun 2016 hingga 2019.

“Termasuk K2 saja 1600 yang lulus 317, kemudian dikurangi pegawai yang mengundurkan diri sisanya sekitar 1000 an pegawai K2 yang belum diangkat,” timpal Warno.

Dia juga menyayangkan alasan yang disampaikan Menpan RB perihal tidak adanya payung hukum pengangkatan dan minimnya anggaran untuk pengangkatan bertahap selama 2016 hingga 2019.

“Menpan menyebutkan tidak ada payung hukum dan tidak ada anggaran, padahal yang pensiun juga ada, sehingga tidak realistis,” pungkas Warno.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top