Politik

Tiga Caleg Di Purwakarta Terancam Di Coret

PURWAKARTAPOST.CO.ID – Setelah dua Caleg di Purwakarta diputuskan tidak bisa mengikuti Pileg 2019, kini terkuak kembali tiga Caleg terancam di coret dari daftar pemilihan tetap (DPT) KPU setempat.

Mereka terancam di coret diduga masih beraktivitas sebagai aparatur Perintahan Desa di Purwakarta.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Purwakarta, Siti Nurhayati mengatakan hingga saat ini lembaganya masih melakukan verifikasi terkait dugaan tiga Caleg yang diduga masih aktif sebagai aparatur pemerintahan desa tersebut.

Jika benar ketiganya terancam dicoret karena dianggap melanggar undang undang kampanye pada Pemilu 2019.

“Caleg dari perangkat desa diatur dalam PKPU Nomor 20 tahun 2018 bagian ketiga pasal 7 huruf k nomor 2 dan 3. Dan jika tiga caleg ini terbukti masih beraktivitas sebagai aparatur pemerintahan desa maka sanksi yang akan diberikan sanksi administrasi berupa pencoretan,” ujar dia, kepada awak media, Kamis (8/11/2018).

Meski demikian, saat ini perkara dugaan tersebut ranahnya masih berada di masing masing Panwaslu kecamatan sebagai temuan.

“Perkara dugaan ini belum dilimpahkan ke Bawaslu kabupaten Purwakarta,” kata dia.

Jauh sebelum ke ranah pencoretan pihaknya, lanjut dia, ada beberapa hal yang memerlukan pengkajian secara mendetail terlebih dahulu.

“Kita tidak bisa mencoret begitu saja, Kita lihat dulu BB1 dan BB2 nya, lalu lihat surat pengunduran dirinya apakah ada, setelah itu kita lihat juga surat balasan tentang pengunduran diri tersebut,” ucap dia.

Diketahui, sebelumnya Bawaslu Purwakarta menolak permohonan dua caleg dari Partai PKB dan Berkarya pada Sidang Adjudikasi Penyelsaian Sengketa Pemilu 2019.

“Dari fakta persidangan yang sudah dilakukan serta kajian hukum dan bukti, maka kami tiba pada tahap putusan ini, dan Bawaslu menetapkan putusan dengan menolak permohonan sesuai dengan pertimbangan hukum pada pasal 2 Undang2 nomor 7 tahun 2017 bahwa pemilu dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Dengan demikian bahwa pemohon tidak jujur dalam pengisian BB1 dan BB2 yang ada dalam lampiran PKPU 31 tahun 2018 tentang perubahan atas PKPU nomor 20 tahun 2018 tentang pencalonan,” ujar Ketua Bawaslu Purwakarta, Ujang Abidin.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top