Pendidikan

Kadisdik Purwakarta Serahkan Bantuan untuk Lombok dari Siswa SD dan SMP Senilai Rp 107 Juta

Kadisdik Purwakarta Serahkan Bantuan untuk Lombok dari Siswa SD dan SMP Senilai Rp 107.203.700

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta membangkitkan karakter siswa SD dan SMP agar peduli sesama melalui program “Kamis Welas Asih”. Program yang digulirkan sejak tahun 2017 itu bentuknya berupa pengumpulan beras satu gelas setiap siswa di masing-masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto mengungkapkan banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan beras itu. Pada intinya program “Kemis Welas Asih” itu untuk menumbukan kepedulian sosial sejak usia dini. Jika siswa sudah terbiasa membantu yang kurang mampu, kelak dewasa mereka sudah memiliki empati terhadap apa yang terjadi di lingkungannya.

“Kini semangat gotong royong sudah tumbuh pada diri siswa SD dan SMP di Purwakarta. Tidak heran jika ada program-program pengumpulan dana untuk membantu korban bencana, mereka sangat antusias membantunya. Kami tidak melihat besar kecilnya nominal yang mereka berikan, yang penting mereka punya rasa kepedulian untuk membantu,” tutur Purwanto saat menyalurkan bantuan untuk korban gempa Lombok kepada Yayasan Pikiran Rakyat di Bandung, Jumat (7/9/2018).

Dana yang terkumpul dari bantuan siswa SD dan SMP se-Kabupaten Purwakarta itu senilai Rp107.203.700. Dana tersebut secara simbolis diserahkan Kepala Dinas kepada direktur salah satu media Jawa Barat.

Kadis Purwanto menjelaskan bantuan dari siswa SD dan SMP ini dilakukan secara spontan. Oleh karena itu, sumbangan mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 50.000. Pengumpulan dana dilaksanakan di 378 SD dan 50 SMP.

“Kami sempat bingung kemana harus menyalurkan sumbangan itu. Namun kami akhirnya memilih Yayasan Pikiran Rakyat Bandung. Kami bisa menghemat ongkos karena tidak perlu ke Lombok. Di samping itu Pikiran Rakyat juga selama ini sangat peduli terhadap dunia pendidikan,” paparnya.

Direktur Pikiran Rakyat, Janur P Ruswita mengatakan apa yang dilakukan oleh siswa SD dan SMP di Purwakarta menjadi contoh gerakan gotong-royong untuk membantu korban bencana alam. Apa yang dilakukan siswa di Purwakarta dapat meringankan beban korban bencana alam di Lombok yang sampai saat ini masih merngharapkan bantuan.

“Selama ini Yayasan Pikiran Rakyat sering menyalurkan bantuan dari pembaca ke lokasi-lokasi bencana. Namun bantuan dari pembaca itu sebagian besar diwujudkan dalam proyek-proyek fisik yang manfaatnya bisa dinikmati korban dalam jangka waktu panjang. Misalnya untuk membangun sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana ibadah dan perumahan penduduk. Semuanya dilakukan melalui survei, kebutuhan apa yang mendesak di lokasi bencana,” jelasnya.

Click to comment

Berita Populer

To Top