News

Kisah Titi Ibu Penjual Gorengan yang Kini Jadi Ibu Angkat Cawagub Jabar, Dedi Mulyadi

Kisah Titi Ibu Penjual Gorengan yang Kini Jadi Ibu Angkat Cawagub Jabar, Dedi Mulyadi

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Titi (56), penjual gorengan asal Kabupaten Bandung Barat ini tidak pernah menyangka dirinya akan menerima berkah Ramadan. Wanita yang sehari-hari menjadi tulang punggung keluarga tersebut diangkat menjadi ibu oleh Dedi Mulyadi.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Cipta Gumati, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (7/6/2018). Titi diminta naik ke atas panggung oleh Dedi Mulyadi dalam sebuah acara yang digelar warga setempat.

Di atas panggung, Ibu dari Fajar (9) itu menceritakan kisah hidupnya. Keringat setiap hari membanjiri badan Titi akibat berkeliling kampung menjajakan gorengan. Berbagai jenis gorengan dia jual, mulai dari bala-bala (sejenis bakwan), gehu, sampai cireng.

“Buat biaya sekolah Fajar Pak, dia masih kelas 4 SD. Hasilnya, dicukup-cukupkan, meskipun seringnya gak cukup,” kata Titi.

Kegetiran hidup yang dia alami bersama Fajar tidak menjadikan dia putus asa. Titi merasa bersyukur karena anaknya tersebut termasuk rajin dan patuh kepada orang tua. Hal ini menjadi spirit baginya untuk terus berusaha demi pendidikan anaknya tersebut.

“Saya mah yang penting Fajar bisa sekolah Pak. Alhamdulillah, dia rajin, sering bantu tanpa saya suruh. Jadi, saya tambah semangat berusaha,” ujarnya lirih.

Perjuangan hidup yang diceritakan Titi menyentuh hati Dedi Mulyadi. Karena itu, Dedi mengangkatnya menjadi ibu angkat. Sedangkan Fajar, kini menjadi adik angkat pria beriket Sunda tersebut.

Teringat Sang Ibu

Dedi Mulyadi menanggapi curahan hati Titi dengan mata berkaca-kaca. Perempuan itu mengingatkan dia kepada ibundanya yang sudah meninggal. Tak sempat mencurahkan hidup untuk berbakti kepada ibu menjadi alasan dia berkeliling Jawa Barat.

“Saya terus memantapkan langkah menemui para ibu di Jawa Barat yang kurang beruntung. Itu semata-mata karena saya ingin berbakti kepada ibu saya sendiri. Seluruh hidup saya belum sempat saya baktikan karena ibu meninggal,” katanya sambil menitikan air mata.

Komitmen memuliakan para ibu sudah diimplementasikan oleh Dedi Mulyadi saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Program Ibu Asuh sukses dilaksanakan dalam dua periode masa jabatannya.

Program tersebut berisi santunan warga mampu kepada para ibu lansia yang hidup serba kekurangan. Insentif parsitipatif warga sebesar minimal Rp300 ribu per bulan diberikan kepada mereka.

Selain itu, beras perelek menjadi program pemberdayaan lain yang sukses menjelma menjadi jaring pengaman sosial. Warga mampu mensubsidi ketersediaan pangan untuk warga kurang mampu. Ratusan liter beras biasanya terkumpul di satu desa dalam setiap bulan.

“Ini ikhtiar saya memuliakan para ibu lansia. Seharusnya, kehidupan mereka di hari tua berada dalam ketenangan, tidak direpotkan memikirkan kebutuhan harian,” ucapnya.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top