Politik

Bawaslu Purwakarta Ingatkan Masa Tenang Pemilu Rawan Politik Uang

ilustrasi

PURWAKARTA, Badan Pengaws Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purwakarta melalui Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Oyang Este Binos, S.Fil mewanti-wanti jajarannya agar intens melakukan pengawasan pada saat masa tenang Pemilu 2019 pada tanggal 14-16 April 2019.

Oyang mengatakan saat memasuki masa tenang ada kecenderungan tindak politik uang meningkat. Dia mengintruksikan kepada jajarannya mulai dari pengawas tingkat kecamatan hingga tingkat desa untuk intens melakukan pengawasan.

“Apa potensi pelanggaran di masa tenang adalah politik uang, makanya kami akan intens melakukan pengawasan,” papar Oyang di Aula BKPSDM Purwakarta, Sabtu (6/4/2019).

Menurutnya politik uang termasuk dalam kategori pelanggaran pidana Pemilu. Setiap orag yang melakukan tindak pidana ini bisa dikenai sanksi kurungan 2 tahun dan denda Rp24 juta sesuai dengan UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Prosesnya akan melalui Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu), di dalamnya ada kepolisian, dan kejaksaan,” timpalnya.

Selain rawan politik uang, Bawaslu Purwakarta juga instens melakukan pengawasan distribusi logistik Pemilu 2019. Yaitu dengan melakukan pengecekan ulang logistik, menurutnya jangan sampai ada logistik rusak tapi tetap didistribusikan.

“Pergeseran logistik harus diawasi, yaitu dengan memperhatikan unsur tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat sasaran. Jangan sampai logistik salah kirim dan salah jumlah,” jelas Oyang.

Pengawasan juga penting dilakukan kepada pemilih milenial di Purwakarta. Pasalnya menurut Kabid Kepemudaan Disporaparbud Purwakarta, Ahmad Arif Imamulhaq mengatakan jumlah pemilih muda di daerah ini mencapai sekitar 30 persen atau sekitar 200.00 orang pemilih milenial.

“Jumlahnya sangat tinggi dikisaran 200.000 orang yang tersebar di 17 kecamatan,” pungkasnya.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top